Tamu Kita

Wilhemus Lisnahan: Tuhan, Cukup Saya yang Terkena HIV AIDS

Sebagai seorang ODHA atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Wihelmus Eduard Lisnahan alias Emu,tak merasa rendah diri apalagi putus asa menjalani hidupnya

Wilhemus Lisnahan: Tuhan, Cukup Saya yang Terkena HIV AIDS - emu.JPG
PK/VEL
Wilhelmus Eduard Lisnahan
Wilhemus Lisnahan: Tuhan, Cukup Saya yang Terkena HIV AIDS - LSM_PERJUANGAN.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
BERSAMA --- Ketua LSM Perjuangan Kupang, Wilhelmus Eduard Lisnahan (duduk kanan), bersama Pdt. GBI, Jerry Brans (duduk kedua dari kanan), serta anggota komunitas ODHA, penderita TBC, PSK dan OHIDHA, dalam acara Natal bersama di Kupang, Senin (22/12/2014) malam.

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Sebagai seorang ODHA atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) atau orang terinfeksi virus HIV/AIDS, Wihelmus Eduard Lisnahan alias Emu, tak merasa rendah diri, apalagi putus asa menjalani hidupnya.

Latar belakang kehidupannya yang buruk sudah ditinggalkannya sejak Emu terinfeksi virus mematikan itu tahun 2010 lalu. Kini Emu telah mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Perjuangan yang mendampingi para kelompok berisiko tinggi terkena Human Immuno Deficiency Virus/ AIDS Acquired Immune Deficiency Syndrom (HIV/ AIDS) yang meliputi ODHA, OHIDHA (orang yang hidup dengan HIV/AIDS), Kelompok Pekerja Seks (PSK) dan penderita TBC. Bahkan sejumlah warga yang bebas virus HIV/AIDS pun rela menjadi relawan di lembaga itu.

Ketua LSM Perjuangan itu bersama kelompok dampingan dan relawannya terus bekerja keras melakukan sosialisasi dan berbagai kegiatan untuk meminimalisir munculnya kasus HIV/AIDS baru di Kupang, mengembalikan kepercayaan ODHA dan membuat masyarakat menerima keberadaan ODHA, termasuk berupaya untuk meningkatkan perekonomian setiap kelompok dampingannya dengan berbagai usaha ekonomi.

Bagaimana Emu memulai 'perjuangannya' itu dan apa suka dukanya? Semua dikisahkan Emu dalam wawancara ekslusif dengan wartawan Pos Kupang, OMDSMY Novemy Leo, Sabtu (10/1/2015) pagi.

Apa sebenarnya latar belakang Anda mendirikan LSM Perjuangan?

Saya mendirikan LSM Perjuangan ini karena saya ingin agar orang lain tidak lagi terinveksi virus HIV/AIDS. Dan, jika sudah terinfeksi HIV/AIDS, setidaknya dia bisa menirima keadaan itu dan mau terus berjuang untuk hidup dan berkarya bagi sesama juga bangsa dan negara kita.

Itulah tujuan saya mendirikan LSM Perjuangan ini. Jika seseorang terinfeksi HIV/AIDS dan yang bersangkutan tidak kuat secara psikis dan fisik, maka dia akan mengalami suatu penderitaan batin yang sangat luar biasa.

Belum lagi perlakuan dan stigma buruk yang masih ada pada masyarakat - hingga saat ini - yang mendiskreditkan penderita HIV/AIDS itu dalam kehidupan sehari-hari maupun setelah orang itu meninggal dunia. Stigma itu membuat penderita mengalami keputusasaan yang bisa mempercepat kematian. Dan, rasa keputusasaan itu pernah saya alami pada bulan April tahun 2010 lalu saat divonis dokter saya telah terinfeksi HIV/AIDS.

Apa yang anda rasakan saat divonis tertular HIV/AIDS? Bisa Anda ceritakan bagaimana kehidupan Anda sebelum terinfeksi?

Saya akan berbagi cerita mengenai kehidupan buruk yang pernah saya jalani. Saya punya tiga orang anak dan istri yang sangat menyayangi saya. Saya dulu punya sebuah koperasi sehingga ada uang lebih, namun saya tidak bisa mengontrol keinginan dan gaya hidup.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved