Kajari Akui Minta Hotmix di Pemkab Ende

Kajari Ende, Ery Ariansyah, mengakui pelaksanaan hotmix di komplek perumahan dinas Kejari Ende atas permintaan pihaknya kepada Pemkab Ende

Kajari Akui Minta Hotmix di Pemkab Ende
POS KUPANG
Ery Ariansyah, Kajari Ende 

POS-KUPANG.COM, ENDE -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Ery Ariansyah, menolak disebut hotmix di komplek perumahan dinas Kejari Ende yang dilakukan oleh rekanan merupakan bagian dari gratifikasi pihak rekanan kepada Kejari Ende.

Ery menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (12/1/2015). Ia dikonfirmasi soal pernyataan Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat (Pusam) Indonesia yang menuding pihak Kejari Ende menerima gratifikasi dari rekanan terkait pelaksanaan hotmix di perumahan dinas Kejari Ende.

Meski menolak disebut gratifikasi, Ery mengakui  pelaksanaan hotmix di komplek perumahan dinas Kejari Ende atas permintaan pihaknya kepada Pemkab Ende yang disanggupi Pemkab Ende dengan menunjuk rekanan untuk melakukan hotmix di perumahan dinas Kejari Ende.

"Iya, kami minta ke pemerintah daerah. Soal pemerintah daerah menunjuk rekanan siapa, kami tidak tahu, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah. Bahkan pelaksanaan hotmix juga dilakukan di instansi lain," kata Ery.

Dikatakannya, jika hotmix di perumahan Kejari Ende ini dipersoalkan dan ada nota tagihan yang masuk ke pihaknya,  maka Kejari Ende siap membayar karena Kejari Ende juga memiliki biaya pemeliharaan.

"Yang pasti, pelaksanaan hotmix itu bukan untuk rumah pribadi saya tapi untuk perumahan dinas. Kalaupun saya pindah nanti ada jaksa lain yang menempati rumah dinas tersebut," kata Ery.

Dikatakannya, meskipun pihak rekanan telah  melakukan hotmix di perumahan dinas Kejari Ende, namun komitmen pihak Kejari Ende untuk menyelesaikan persoalan hukum yang dialami rekanan tetap berjalan seperti biasa.

"Itu tidak ada urusan dengan rekanan. Komitmen kami tetap untuk segera menyelesaikan persoalan hukum. Saat kami meminta kepada pemerintah daerah kami tidak tahu siapa rekanan yang bakal mengerjakan karena kami bukan panitia lelang," ujarnya.

Ery mengatakan, dia bukan tipe orang yang meminta-minta kepada rekanan. Menurutnya, hal itu terlalu kecil jika dibandingkan dengan persoalan hukum yang sedang ditangani oleh Kejari Ende. 

"Itu terlalu kecil jika harus membatalkan proses hukum yang sedang ditangani oleh Kejari Ende yang telah menangani kasus dana bencana alam begitu lama," kata Ery.

Halaman
12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved