Pedo Minta Terima Kembali Lima Siswi

Lima siswi kelas III yang dipecat guru MAN Waiwerang harus diterima kembali jika sekolah lain tidak mengakomodir mereka.

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Petrus Pedo Beke, S.Ag mengatakan, kelima siswi kelas III yang dipecat guru MAN Waiwerang harus diterima kembali jika sekolah lain tidak mengakomodir  mereka.

Hal itu perlu karena data base Ujian Nasional (UN) yang rencananya akan digelar April 2014 mendatang tercatat di sekolah tersebut.  Hal ini untuk mengedepankan masa depan siswi ketimbang kekecewaan guru atas penghinaan melalui akun facebook. Soal sifat, tingkah laku dan tutur kata siswi  yang buruk, kata Pedo Beke,  bisa diluruskan sepanjang ada itikad baik dari semua pihak.

"Dalam pertemuan antara guru,  diantaranya Kepsek MAN, Sosilowati, S.Pd, dan Wakil Kepala MAN, Hasan Sanga Pure, S.Pd, M.Kasim Samad, SE, Nurlipa Bethan, S.Pd, dan Syafrudin M, S.Pd,  bersama Kepala Kemenag Flotim, Kasi Pendidikan Islam, Pengawas PAI, Harun Abdullah,  disepakati lima siswi MAN yang dikeluarkan pihak sekolah dan kini diterima sekolah lain dan sepanjang tidak bermasalah dengan data base calon peserta UN maka tidak mengapa. Namun, ketika menemui masalah dengan data base UN maka para guru MAN Waiwerang harus menerima kembali siswi  itu untuk sekolah di MAN Waiwerang.

"Prinsipnya para siswi tidak boleh dikorbankan, masa depan peserta didik harus dikedepankan. Jika ada guru yang secara psikologis terganggu karena ada penghinaan harus diletakan secara profesional,"kata Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Flotim, Drs. Bakir Doni Pulo kepada wartawan, Senin (8/12/2014).

Ia mengatakan, mencermati hasil printout facebook  yang dibawa para guru maka benar ada pemfitnahan terhadap guru-guru. Dan, atas pemfitnahan itu, pihak sekolah mengeluarkan siswi setelah melalui sejumlah tahapan pertemuan,  baik pihak sekolah dengan orangtua, guru dengan guru.

Walaupun hasil pertemuan antara guru dan orangtua tidak ditandatangani orangtua wali murid,  namun pihak sekolah memutuskan untuk memecat para siswi. Dan, saat ini siswi telah sekolah di sekolah lain di Pulau Adonara.

"Namun, kita kembali pada keputusan rapat dengan Kepala Kemenag Flotim bahwa ketika ada masalah pada kelima siswi dalam kelanjutan mengikuti UN,  maka para siswi tetap kembali ke MAN Waiwerang untuk sekolah dan mengikuti UN sebagaimana siswi kelas III MAN lainnya," harap Bakir.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help