Andre Koreh: Mengubah Mental Tuan Menjadi Pelayan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Andreas Wellem Koreh, MT sangat menikmati pekerjaannya.

Andre Koreh: Mengubah Mental Tuan Menjadi Pelayan
PK/VEL
Ir. Andreas W Koreh, MT, Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT 

Karenanya hingga kini kebutuhan masyarakat NTT belum bisa terlayani maksimal. Kondisi inilah yang membuat masyarakat selalu menaruh stigma buruk terhadap dinas dan karyawan/ti Dinas PU NTT.

Stigma seperti apa itu?
Stigmanya bahwa Dinas PU itu banyak proyek sehingga karyawan/ti-nya bermental proyek. Stigma ini, menurut saya, tidak benar. Mengapa? Menurut saya, kalau seseorang dibilang bermental proyek, artinya orang itu hanya mencari-cari kegiatan untuk bisa jadi proyek, meski tak ada kebutuhan masyarakat.

Tapi karyawan/ti di  Dinas PU NTT tidak seperti itu. Percayalah setiap proyek yang diusulkan oleh PU itu adalah suatu kebutuhan masyarakat. Dan, bagaimanapun perkerjaan yang kami lakukan, ya, tentu harus jadi proyek karena pekerjaan itu adalah kebutuhan masyarakat dan ada anggaran negara.

Misalnya, masyarakat membutuhkan jembatan, ya PU kasih jembatan, masyarakat minta jalan, ya PU kasih jalan, masyarakat minta air minum, ya PU kasih air minum. Semua kebutuhan masyarakat itu akan kami usulkan dan jika disetujui, maka akan kami kerjakan.

Dan, dalam bekerja itu, maka kembali lagi, karyawan/ti PU harus bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat. Dan, untuk mengukur ketiga hal itu ada indikatornya.

Apa indikatornya?
Ada empat indikatornya. Pertama, aspek manfaat, artinya berapapun proyeknya harus ada manfaat bagi masyarakat. Kami tidak mau ada pembangunan infrastruktur yang mubazir sehingga tidak bermanfaat bagi masyarakat. Kedua, aspek kualitas.

Acuannya yakni pengawasan, di mana setiap proyek yang dikerjakan harus sesuai dengan spesifikasi atau dulu orang bilang bestek. Pengawasan sudah dilakukan mulai perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan. Ketiga, aspek kuantitas di mana volume proyek yang sudah ditetapkan itu tidak boleh kurang.

Prinsipnya, kurang tidak boleh, tapi lebih boleh. Keempat, aspek administrasi. Administrasi suatu proyek itu harus rapi sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Kelima, aspek efisiensi. Artinya suatu proyek itu harus ada manfaatnya, baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

Misalnya, saja menyangkut efiensi waktu, berapa lama idealnya suatu proyek itu dilaksanakan sehingga tidak merugikan kontraktor atau masyarakat. Jika proyek yang dilaksanakan itu memenuhi empat indikator tadi, maka dipastikan proyek itu berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk empat bidang tugas PU, bisakah Anda jelaskan masing-masing persoalan yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk bidang pertama, Pembinaan Sumber Daya Alam, bagaimana?
Berdasarkan neraca air, defisit air di NTT per tahun 1,5 miliar kubik mulai Mei-Oktober. Ada sembilan bulan kering dan tiga bulan basah. Padahal kebutuhan air rakyat NTT per tahun sebesar 10 miliar kubik. Penampungan air kita dari bulan Desember-April sebesar 18 miliar kubik tapi kenyataannya air yang bisa ditampung hanya 58 juta kubik per tahun.

Halaman
1234
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved