PosKupang/

"Koalisi Indonesia Hebat Harus Terima Tidak Dapat Apa-apa"

Hal itu dikatakan Syarief menyikapi penolakan KIH atas proses pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan yang berlangsung pada hari ini, Rab

KOMPAS.com/SABRINA ASRIL
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Hatta Rajasa (kanan) beserta Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (kiri) menghadiri pertemuan tentang pemaparan visi-misi Prabowo-Hatta kepada kader Partai Demokrat di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (1/6/2014). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI yang juga Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan meminta partai politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menerima realitas politik di parlemen, yaitu dikuasainya kursi pimpinan oleh Koalisi Merah Putih.

Hal itu dikatakan Syarief menyikapi penolakan KIH atas proses pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan yang berlangsung pada hari ini, Rabu (29/10/2014).

"Mereka harus terima realitasnya, tidak boleh memaksakan. Suka tidak suka, mereka harus terima tidak dapat apa-apa," ujar Syarief di Kompleks Parlemen, Rabu (29/10/2014) siang.

"Di pemerintahan, kami tidak masuk. Semua menteri dari mereka (pendukung Jokowi-JK). KMP tidak boleh mutung (marah). Nah, di parlemen ini pun sama, realitanya KMP kuasai parlemen," lanjut Syarief.

Menurut dia, tak ada gunanya KIH terus meminta kompromi agar paket pimpinan dan alat kelengkapan versi mereka masuk ruang pemilihan. Sebab, UU MD3 mengharuskan nama-nama itu harus diparipurnakan terlebih dahulu. Sementara, saat paripurna KIH tidak mengajukan nama.

"Kalau berlarut-larut malah sayang. Lebih cepat kan lebih bagus," ujar Syarief.

Syarief mengatakan, memperlambat proses pemilihan komisi dan alat kelengkapan DPR justru merugikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help