Kabinet Jokowi JK

Hanya Pilot dari Antartika yang Tak Ada di Perusahaan Susi Pudjiastuti

Perusahaan maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation dan perusahaan eksportir perikanan laut PT ASI Pudjiastuti Marine

Hanya Pilot dari Antartika yang Tak Ada di Perusahaan Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti di depan salah satu dari 50 pesawatnya sumber foto : bisnis.inspiratif.blogspot.com 

POS KUPANG.COM, PANGANDARAN -- Perusahaan maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation dan perusahaan eksportir perikanan laut PT ASI Pudjiastuti Marine milik Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mempunyai ratusan karyawan asing.

Sebagian besar karyawan asing itu adalah pilot dan kopilot untuk perusahaan yang bermarkas di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, itu.

“Perusahaan Bu Susi saat ini memiliki hampir 800 karyawan, 200 di antaranya adalah karyawan asing dari puluhan negara di lima benua di dunia," kata Rustam Effendi (65), salah satu orang kepercayaan Susi Pudjiastuti, Selasa (28/10/2014). "Yang tidak ada di sini hanya orang dari benua Antartika."

Menurut Rustam, kesuksesan Susi merupakan hasil kerja kerasnya selama belasan tahun. Saat ini, ujar dia, perusahaan Susi selalu memberi pesawat baru per tahun hingga armadanya sekarang ada 80 pesawat untuk melayani semua kawasan di Indonesia.

“Kalau tinggalnya para pekerja asing di sini, di Pangandaran. Bu Susi melalui perusahaannya menyediakan mes yang berbentuk layaknya hotel berbintang,” tutur Rustam. Dengan fasilitas itu, ujar dia, para pegawai mengaku nyaman dan betah.

Di kompleks rumah Susi juga ada sekolah pelatihan pilot, lengkap dengan peralatannya. Menurut dia, sarana itu mempermudah calon pilot untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam menerbangkan pesawat.

Sosok Susi menjadi sorotan di antara para koleganya di Kabinet Kerja karena keunikan latar belakang, gaya, dan perjalanan hidupnya. Perempuan ini hanya punya ijazah SMP, tetapi punya dua perusahaan besar di bidang perikanan dan penerbangan. Gaya bicaranya pun ceplas-ceplos, ditambah kebiasaan merokok, plus tato di kaki.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved