Mobil Pegawai Yasukda dan Wartawan Dilempari Batu

Lima pegawai dari Yasukda dan wartawan koran Cermat, shok setelah mobilnya dilempari batu saat melintas di Kampung Ngawil, Senin (6/10/2014) pagi.

Mobil Pegawai Yasukda dan Wartawan Dilempari Batu
POS KUPANG/TENI JENAHAS
KACA PECAH -- Wartawan Cermat, Andre Goru, dan pegawai Yasukda, Philipus Suri, menunjuk kaca mobil milik koran Cermat yang pecah akibat kena lemparan batu, di Desa Benteng Tawa I, Senin (6/10/2014). 

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Lima pegawai dari Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) dan wartawan koran Cermat dilempari batu oleh orang tak dikenal, di Kampung Ngawil, Desa Benteng Tawa I, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Senin (6/10/2014) sekitar pukul 10.30 Wita.

Selain keduanya, pegawai Rutan Bajawa, Petrus Silvester Dopo, yang bertugas menjaga narapidana Hubertus Lodo yang sama-sama ke wilayah itu, juga dilempari dengan batu.

Akibat peristiwa itu, dua mobil yang mereka gunakan, yaitu mobil Kijang Panter milik koran Cermat penyok pintu kanan dan kaca depan pecah. Sedangkan mobil APV Mega Estra milik Yasukda dengan nomor polisi P 8701 UV rusak di pintu kanan dan penyok di bagian atap.

Tidak ada korban luka dalam peristiwa itu, namun lima pegawai Yasukda dan wartawan Cermat, Adre Goru, mengalami shock. Mereka tidak masuk kerja, Selasa (7/10/2014).

Ketua Tim Yasukda, Philipus Lusi mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Kantor Yasukda, Selasa (7/10/2014). Philipus menjelaskan, Senin (6/10/2014), lima pegawai Yasukda bersama wartawan Cermat berangkat ke SDK Terong Kedong untuk acara penyerahan kunci sekolah dari kepala sekolah, Hubertus Lodo, kepada koordinator guru, Betriks Seri Lami.

Penyerahan kunci sekolah tersebut lantaran Kepsek, Hubert Lodo, tersandung kasus dan saat ini sudah ditetapkan sebagai narapidana (napi).

Untuk penyerahan kunci sekolah tersebut, terpidana Hubertus Lodo diizinkan oleh Kepala Rutan Bajawa untuk berangkat bersama tim dari Yasukda menuju SDK Terong Kedong. Hubertus Lodo didampingi petugas rutan (sipir), Petrus Silvester Dopo. Mereka menggunakan dua mobil.

Mobil Kijang Panter milik koran Cermat yang dikendarai wartawan Cermat, Andre Goru ditumpangi Philipus Lusi, Atanasius Angi, Petrus Silvester Dopo dan Hubertus Lodo. Sementara di mobil kedua yang merupakan mobil milik Yasukda Ngada dikendarai Wens Naru, dan ditumpangi Tarsisius Toda dan Yohanes Lengu.

Philipus yang didampingi Andre Goru dan Wens Naru mengatakan, sekitar pukul 10.30 Wita, tepatnya di Kampung Ngawil, Desa Benteng Tawa I, mereka dilempari batu oleh orang tak dikenal. Mobil pertama yang dikendarai Andre Goru mendapat lemparan tujuh kali, sehingga kaca depan pecah dan di bagian pintu kanan penyok.

Sementara mobil kedua mendapat lemparan empat kali mengenai kap mobil dan pintu samping kanan. Lemparan batu tersebut muncul dari arah tebing dan mereka tidak melihat orang yang melempar.

"Kejadian sekitar pukul 10.30 Wita. Saat kami di Kampung Ngawil, tiba-tiba kami punya oto dilempari batu. Arah lemparan dari atas tebing. Kami tidak lihat. Kami kaget semua dalam mobil dan kami berusaha untuk menjaga diri," kata Andre Goru diakui Philipus Lusi.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help