Kontraktor Diduga Pakai Pasir Campur Tanah

Robert Ledor, warga Pamakayo, Kabupaten Flores Timur menduga kontraktor menggunakan pasir bercampur tanah dan kerikil dalam proyek Dermaga Pamakayo

Kontraktor Diduga Pakai Pasir Campur Tanah
pos kupang
Robert Ledor 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Robert Ledor, warga Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur menduga kontraktor menggunakan pasir bercampur tanah dan kerikil dalam mengerjakan proyek dermaga Pamakayo.

Ledor yang menghubungi Pos Kupang di Larantuka, Kamis (14/8/2014),  mengaku khawatir dermaga yang menelan dana APBN Rp 23 miliar yang dikerjakan rekanan PT Linggarjadi Perkasa kualitasnya kurang bagus dan cepat rusak. Dia berharap rekanan mematuhi spek campuran pasir dan kerikil 2:3 bukan 3:5 seperti yang dikerjakan saat ini.

Jefri dari  PT Linggarjati Perkasa yang dihubungi Kamsi (14/8/2014) membantah pekerjaan dermaga Pamakayo tidak sesuai spek. Dia menjelaskan pasir termasuk kerikil yang digunakan sampelnya telah melalui uji teknis di Kantor Kementerian Indonesia Tertinggal di Jakarta.

Ledor mengatakan sebagian besar material pasir tertumpuk di areal pembangunan dermaga yang menghabiskan dana lebih dari Rp 23 miliar itu,  bercampur tanah sehingga terlihat campuran semen tidak merekatkan batu dan kerikil.

"Dermaga tersebut tidak akan bertahan lama karena pasir yang digunakan bercampur tanah. Bahkan lebih banyak terlihat tanah daripada pasirnya. Sejak awal saya sudah persoalkan pasir yang digunakan dalam pembangunan dermaga tersebut. Saya harus perhatikan karena pembangunan ini butuh kualitas. Jangan kualitasnya hanya satu atau dua tahun sudah rusak. Saya persoalkan bukan untuk hari ini tapi untuk ke depan. Dermaga harus bertahan lama sampai anak dan cucu. Saya juga persoalkan papan informasi kegiatan proyek yang tidak dipasang di lokasi. Proyek dan perusahaan sebesar itu tidak ada papan informasi. Saya akan terus pantau pelaksanaan proyek dermaga ini," kata Ledor.

Menurut dia, sejak awal pembangunan sampai saat ini, material pasir yang digunakan kontraktor diambil di kali Liko, Solor Barat. Selama ini warga tidak pernah menggunakan pasir di Liko, karena pasirnya bercampur tanah, sehingga warga menggunakan pasir laut untuk membangun rumah tinggal mereka.

"Bangun dermaga dengan dana miliaran rupiah ambil pasir di Liko. Heran. Pasir Liko bercampur tanah. Kami warga di sini (Pamakayo,Red) kalau mau bangun rumah tidak pernah gunakan pasir itu. Saya sudah berulangkali menegur agar tidak menggunakan pasir Liko. Sampai hari ini masih kucing-kucingan. Malah belakangan ambil pasir di Lohayong terus ngakunya dari Nobo. Pasir bagus dan berkualitas di Flotim semua tahu ada di Nobo. Saya minta kerja sesuai spesifikasi dan bestek agar tidak menimbulkan masalah," katanya.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved