Dermaga Waiwerang Ambruk

Dermaga Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur, Senin (11/8/2014), ambruk diterpa gelombang yang berkecamuk sepanjang pekan ini.

Dermaga Waiwerang Ambruk
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAH
WAIWERANG - Inilah Dermaga Waiwerang yang baru rampung pembangunannya. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --- Dermaga Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur, Senin (11/8/2014), ambruk diterpa gelombang yang berkecamuk sepanjang pekan ini. Dermaga ini baru direhabilitasi dan dimanfaatkan tahun 2013 lalu.  

Akibatnya aktivitas di pelabuhan yang sebelumnya ramai menjadi sepi. Kapal Motor (KM) tujuan Larantuka-Waiwerang-Lembata dan sebaliknya tidak lagi menyinggahi pelabuhan itu, namun ke Pelabuhan Terong.

Disaksikan Pos Kupang, Rabu (13/8/2014),  bangunan lama yang berada dekat loket penerimaan uang membentuk rongga dan menganga besar sepanjang sekitar delapan meter dan lebar sekitar lima meter.

Ombak masuk menghantam melalui samping sebelah kiri dermaga dan membuat pasir-pasir dan batu-batu pada bangunan lama dermaga ambruk.  Saat ini, hanya sekitar dua meter lebar dermaga yang bisa digunakan untuk jalan, selebihnya kendaraan tidak bisa masuk.

Setiap hari aktivitas di Dermaga Waiwerang tidak pernah sepi. Hilir mudik pedagang dan masyarakat yang berasal dari pulau-pulau yang berhadapan dengan pulau Solor itu selalu melintasi daerah ini.

"Pembangunan dermaga hanya dilakukan pada bagian ujung sehingga pada bagian belakang tetap kumuh. Infrastruktur  dermaga ini secara keserluruhan sebelum pembangunan baru sudah sangat tua. Tetapi, pemerintah hanya membangun pada bagian-bagian yang rubuh. Medibangun ulang,"kata anggota DPRD Flotim, Sofia Samiun yang dihubungi, Rabu (13/8/2014).

Ia mengaku mulai dari tembok, tangga dan tiang penyangga Dermaga Waiwerang sudah dibangun lama sehingga tua dan keropos. Mestinya, kata Sofia,  mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat,  apalagi Waiwerang adalah pusat ibukota calon Kabupaten Adonara.

Sofia mengaku sudah menanyakan kepada pemerintah terkait status Dermaga Waiwerang. Namun, dari pemerintah setempat mengatakan Dermaga Waiwerang bukan milik Pemerintah Kabupaten Flotim.

"Katanya dermaga itu bukan milik Pemkab Flotim. Jawaban ini yang salah. Mestinya saat membuat perencanaan pembangunan dermaga, pemerintah harus melihat secara menyeluruh kondisi dermaga. Dan, soal kepemilikan mestinya jangan dilihat. Yang dilihat adalah asas manfaat. Jangan sudah jatuh korban, baru semua sibuk mau memperbaiki. Apalagi dermaga Waiwerang ini pusat ekonominya masayrakat," kata Sofia.

Dia berharap,  baik pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat segera menangani Pelabuhan Waiwerang sehingga aktivitas di pelabuhan itu bisa berjalan normal kembali.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help