Dari Kampus ke Kampus

Taat Asas, Idealis dan Konservatif

Setiap saat STIKES CHMK terus mengedepankan taat asas, idealisme dan konservatif dalam pengelolaan institusi.

Taat Asas, Idealis dan Konservatif
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Journalist Community -- Sebagian mahasiswi STIKES CHMK yang tergabung dalam Jouranlist Community saat mengikuti pelatihan jusnalistik, pertengahan November 2014 lalu. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Setiap saat STIKES CHMK terus mengedepankan taat asas, idealisme dan konservatif dalam pengelolaan institusi.

"Dengan demikian kualitas output dapat dipertangungjawbakan, baik karakter dan profesionalismenya sesuai moto kami, The Leading Health Institusi for Global Community," kata Ketua Stikes CHMK, drg. Jeffrey Jap, M.Kes, ditemui di kampus setempat, Rabu (16/7/2014) pagi.  

Taat asas artinya kami selalu berusaha mengikuti seluruh aturan main yang telah ditetapkan oleh negara ini. Tidak cukup kami punya izin namun syarat administrasi juga harus terpenuhi," kata drg. Jeffrey.

Idealis artinya Stikes CHMK senantiasa menjalankan idealisme pendidikan. Tidak cukup mengikuti aturan-aturan instistusional tetapi juga bagaimana mengontrol aturan-aturan dimaksud agar bisa diterapkan di kampus oleh mahasiswa dan tenaga pengajar.

"Karena di zaman sekarang ini tidak sedikit perguruan tinggi yang memberikan kelonggaran dalam penerapan aturan-aturan pendidikan. Akibatnya, banyak kebijakan dibuat karena mengikuti tren zaman yang menjadi salah satu akibat output mahasiswa/i dihasilkan secara instan sehingga tidak berkualitas," kata drg. Jeffrey.

Stikes CHMK juga menerapkan sistem konservatif. Pasalnya, saat ini masih banyak pernyataan yang membandingkan kualitas lulusan zaman dahulu dan zaman sekarang. Bahwa output lulusan zaman dulu lebih berkualitas daripada lulusan zaman sekarang.

Pernyataan itu ada benarnya karena memang hal itu ada faktanya. Dan, buruknya kualitas sarjana zaman sekarang terjadi lantaran kedisplinan tidak menjadi salah satu hal penting bagi sejumlah perguruan tinggi.

"Karena itu, Kampus CHMK sangat menekankan kedisiplinan dengan pola konservatif kuno. CHMK sangat mengedepankan ketaatan pada aturan," kata Jeffrey. Dan, tiga komponen dimaksud mendapat dukungan tidak saja dari mahasiswa/i, tenaga pengajar namun juga orangtua dan masyarakat.

"Siapa saja yang tidak bisa mengikuti tiga komponen itu maka tidak akan bisa berada di kampus Stikes CHMK," kata drg. Jeffrey.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved