PosKupang/

Jurnalisme Warga

Mahasiswa Lembata Belajar Tulis Proposal

Kegiatan ini digagas secara spontan oleh Imelda Martha Deran (mahasiswi program studi

Oleh Karolus B Mura

Mahasiswa Fisika FKIP Unwira Kupang

POS KUPANG.COM  -Sebanyak 29 mahasiswa- mahasiswi asal Lembata dari berbagai fakultas/jurusan dari berbagai perguruan tinggi  di Kota Kupang, Minggu (29/6/2014),  mengikuti pembekalan mengenal program-program dari DIKTI bagi mahasiswa dan pedoman serta tata cara penulisan dan pengajuan proposal di aula FKIP Unwira Kupang.

Kegiatan ini digagas secara spontan oleh Imelda Martha Deran (mahasiswi program studi Fisika FKIP Unwira semester VI) dan kawan-kawan, dengan menghadirkan nara sumber Gerardus D. Tukan,S.Pd.M.Si (dosen Kimia FMIPA Unwira Kupang).

Menurut Imelda, kegiatan ini digagas setelah mengetahui  bahwa ada 4 kelompok mahasiswa di Unwira yang saat ini sedang giat menjalankan kegiatan PKM dengan dibiayai oleh DIKTI, setelah proposal mereka dinyatakan lolos seleksi dan kegiatan mereka dibiayai oleh  DIKTI.  

"Sebagai mahasiswa, kami ingin juga memiliki pengetahuan dan kesempatan memperoleh peluang yang ditawarkan oleh DIKTI bagi mahasiswa itu. Maka kami mencari nara sumber yang dapat membuka wawasan kami untuk dapat mengakses informasi dari DIKTI itu, dan terutama membuat proposal yang disesuaikan dengan syarat ketat yang ditetapkan DIKTI," kata Imelda.

Anggela Ikeng, salah satu pemrakarsa kegiatan pun menimpali bahwa kesempatan mengajukan proposal ke DIKTI adalah pada bulan September, maka kesempatan ini digunakan untuk pembekalan. "Kami pilih kesempatan pembekalan menjelang masa liburan pergantian tahun ajaran ini, agar dalam masa liburan, kami dapat merumuskan ide dan gagasan, memulai menulis proposal serta pembimbingan, sehingga dapat mengambil kesempatan mengajukan proposal ke DIKTI," sambung Angela, mahasiswi program studi Kimia FKIP Unwira.

Gerardus D. Tukan, S.Pd.M.Si  sebagai pemateri tunggal pembekalan ini menguraikan bahwa Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) DITJEN DIKTI  menyediakan sejumlah program yang ditawarkan kepada mahasiswa, dengan nilai proposal minimal Rp 15 juta hingga Rp 100 juta. Salah satu program dalam mendukung peningkatan intelektualitas dan kreativitas mahasiswa,  yakni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).  Tujuan dari PKM ini adalah memberikan bekal bagi lulusan perguruan tinggi agar dapat memiliki keahlian-keahlian  dasar yang menjadi tuntutan sebagai seorang intelektual.  

Sasaran dari PKM ini adalah mahasiswa-mahasiswi   mempersiapkan dan membenahi  diri untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis serta  profesional yang dapat menerapkan,   mengembangkan,  dan menyebarluaskan gagasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. Program ini juga menjadi sarana mengasah  karya alternatif  mahasiswa  untuk pengembangan budaya kewirausahaan dalam diri mahasiswa-mahasiswi  guna mencapai insan mandiri dan pencipta lapangan kerja.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ditawarkan DIKTI bagi mahasiswa-mahasiswi se-Indonesia,  terdiri dari 6  bidang program,  yakni  PKM-Penelitian, (2) PKM-Kewirausahaan  (PKM-K),  PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M),   PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T),  PKM-Karsacipta (PKM-KC), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I).
Gerardus yang menjadi pembimbing proposal  PKM mahasiswa FMIPA Unwira yang lolos dan sedang menjalankan aktivitas di tahun 2014 ini, menganjurkan agar peserta pembimbingan mulai merumuskan gagasan, membentuk kelompok dengan mengikuti pedoman PKM  atau program lain yang ditawarkan DIKTI, dan kemudian mendekati dosen-dosen di perguruan tinggi masing-masing untuk diminta menjadi pembimbing.

"Bapak ibu dosen di kampus atau jurusanmasing-masing akan dengan senang hati menerima permintaan kamu  menjadi pembimbing, jika kalian berani menemui mereka, mengajak diskusi, dan mengajukan gagasan kalian. Dan,  jika proposal kalian  lolos oleh penilaian DIKTI, maka sejak itu pula kalian telah menjalin satu hubungan intelektual, hubungan akademik, dan pergaulan ilmiah nasional maupun internasional dengan pihak DIKTI. Hal itu pula menjadi pintu gerbang  untuk meraih kesempatan studi lanjut lebih tinggi hingga karier," kata Gerardus menutup kegiatan dan memberikan motivasi.

Di akhir pembekalan, peserta bersepakat membentuk kelompok ilmiah untuk bekerja sama dalam berbagai diskusi ilmiah dan perumusan proposal secara berkala.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help