MotoGP

Trauma Kecelakaan, Lorenzo Takut Ngebut di Assen

Jorge Lorenzo meminta maaf kepada tim dan para pendukungnya setelah meraih hasil buruk pada GP Belanda di Sirkuit Assen,

Trauma Kecelakaan, Lorenzo Takut Ngebut di Assen
MOTOGP.COM
Pebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, berganti motor ketika membalap pada GP Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (29/6/2014). 

POS KUPANG.COM, ASSEN -- Jorge Lorenzo meminta maaf kepada tim dan para pendukungnya setelah meraih hasil buruk pada GP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu (28/6/2014). Pebalap Movistar Yamaha ini hanya finis ke-13.

"Ini mungkin adalah balapam MotoGP terjelek saya. Posisi finis terjelek," kata juara dunia dua kali tersebut. "Motor berfungsi dengan baik saat lintasan basah, begitu juga saat lintasan kering. Namun, saya tidak cukup percaya diri."

Pebalap 27 tahun ini mengaku trauma dengan apa yang terjadi di Assen tahun lalu. Ketika itu dia terjatuh pada sesi latihan di lintasan basah yang membuat tulang selangkanya patah. Setelah menjalani operasi, dia tetap bisa turun balapan meski tidak mengikuti sesi kualifikasi. Start dari posisi 12, dia finis kelima.

Pada balapan kemarin, Lorenzo melakukan awalan dengan baik. Start dari posisi sembilan dia bisa naik ke urutan enam. Namun, setelah berganti motor dengan ban keras, dia mulai mengalami kesulitan. Posisinya bahkan sempat merosot ke urutan 17.

"Saya takut membalap di sini. Ketika saya melihat hujan turun lagi di beberapa tikungan, saya tidak mau mengambil risiko. Jadi ini 100 persen kesalahan saya. Saya meminta maaf kepada tim, kepada orang-rang yang sudah bekerja dengan saya, dan kepada penggemar karena saya tidak berani membalap dengan cepat di lintasan dengan kondisi seperti ini seperti pebalap-pebalap lain," terang Lorenzo.

Ketika hujan benar-benar berhenti, Lorenzo mulai memperbaiki posisinya dan akhirnya finis ke-13. Waktu putaran terbaiknya dicatat saat menyelesaikan putaran ke-25 dari total balapan 26 lap.

"Saya memenangi beberapa balapan di mana harus berganti motor, tetapi kita tidak membalap di banyak balapan dengan kondisi seperti ini, dengan hujan ketika memakai ban keras. Hari ini saya terlalu takut. Kamu (saya) harus mengakuinya, menerimanya, dan mencari tahu mengapa. Untungnya kondisi seperti ini tidak sering terjadi," tutur pebalap Spanyol tersebut. (crash/Kompas.com)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved