Opini Pos Kupang

Pertunjukan Akbar Sepak Bola

Sepak bola adalah olahraga tim yang mengaksentuasikan karakter seni pertunjukan sebagai sebagai tontonan langsung.

Pertunjukan Akbar Sepak Bola
ilustrasi

Oleh  Silvester Petara Hurit

OLAHRAGA (sport)  dan permainan (play) merupakan  wilayah atau domain  pertunjukan dan seni pertunjukan (Schechner, 1988).   Piala dunia sebagai pesta bola sejagat  merupakan  sajian  seni kolektif   dengan para pemain sebagai aktor yang menggerakkan seluruh dinamika pertunjukan. 

Lapangan adalah panggung  tempat para aktor menyajikan tidak hanya kekuatan, kecepatan dan ketangkasan tetapi juga  pukauan, kejutan dan pesona dramatik; daya magis panggung yang menghipnosis dan membius penontonnya.  Tanpa  sentuhan keindahan,  lapangan bola kaki tak ubahnya arena pacuan kuda. Melaju cepat dan menderu.


Sepak bola adalah olahraga tim yang mengaksentuasikan karakter seni pertunjukan sebagai sebagai  tontonan langsung.  Para pemain mempertunjukkan aksi dan kebolehannya di hadapan penonton. Secara tim, mereka berusaha dan bekerja sama  untuk memenangkan pertandingan.

Kemenangan sepak bola bukan saja soal  memasukkan sebanyak mungkin bola ke gawang lawan melainkan juga bagaimana menghidupkan aspek permainan.  Permainan berkaitan dengan seni membuat orang terpukau dan terpesona, termangu dan histeris.

Permainan sepak bola menjadi memikat justru pada seni mengolah dan memperlakukan bola. Membangun tempo,  irama,  jeda, variasi dan pola permainan, menciptakan ketegangan, mengecoh dan membuat kejutan-kejutan dramatik di atas lapangan hijau.

Lapangan Bola Tidak Sebatas Ruang  Fisik
Oleh seni bermain para pemain,  emosi dan  seluruh perangkat indrawi para penonton diaktifkan. Lapangan menjelmah  sebuah ruang imaginatif.  Adu kelihaian dan kepiawaian antara tim yang bertanding menyedot seluruh perhatian penonton. 

Gemuruh sorak dan dukungan menghidupkan atmosfer lapangan, menyuntik tenaga dan semangat para pemain.  Lapangan bola menjadi medan interaksi  jutaan manusia dari pelbagai bangsa.  Di sana  kehadiran yang satu mempengaruhi  dan menggerakkan yang lainnya.

Sajian Keunggulan
Sebagai  permainan, sepak bola,  meminjam Johan Huizinga, "berhubungan dengan suatu kategori  dari kehidupan yang benar-benar  primer dan dapat dikenali setiap orang yaitu: totalitas". 

Ia membutuhkan konsentrasi, kesungguhan dan pengerahan seluruh  energi diri.  Selain itu,  daya tarik sepak bola dibangun oleh rasa hormat, sportivitas, kejujuran, kemampuan menahan diri dari keinginan menonjol sendiri,  kedewasaan emosi, kecerdasan,  spontanitas dan keberanian membuat keputusan serta memberi kesempatan bagi  yang lain (rekan setimnya).

Para pemain dituntut disiplin, sadar pola dan aturan permainan, pun sadar akan pergerakan kawan maupun lawan. Daya juang, kemampuan bertahan, mengelola tekanan, memecahkan kebuntuan, menjaga stamina diperlukan untuk mewujudkan permainan sebagai tontonan yang berkualitas, segar dan senantiasa memikat.

Hal- hal yang dituntut dan dikedepankan dari permainan sepak bola merupakan keutamaan, sifat, bakat, kemampuan dan aktualisasi dari potensi terbaik manusia.  Sajian keunggulan dan pencapaian terbaik. Pada permainan terdapat usaha  sekaligus  kemampuan untuk menertawakan diri dan mengakui keberadaan dan kelebihan orang lain.

Sepak bola sebagaimana juga seni drama menghidupkan konflik  untuk  menggerakkan dramatik kisah.  Rivalitas dibutuhkan demi mendidik dan merawat spirit pejuang (heroisme) manusia.  Lawan menjadi keharusan permainan demi menciptakan  hidup yang sigap, waspada, tahan uji dan siap-sedia setiap saat. 


Dalam bukunya Homo Ludens (1990),  Johan Huizinga melihat permainan sebagai suatu panggung uji; suatu latihan  persiapan bagi kegiatan yang serius yang nantinya dituntut dari manusia di lapangan kehidupan yang sesungguhnya.  Sepak bola merupakan permainan yang menyentuh idealitas dan hal-hal yang esensial dari kehidupan. 

Tidak hanya sebatas  medan latihan tetapi lebih dari itu lapangan bola adalah cermin  besar tempat manusia melihat dan menyaksikan segala kemampuan  dan pencapaian terbaik.  Ia menyentuh mimpi, obsesi, kedambaan dan orientasi peraihan semua insan manusia.

Oleh karena itu, ajang piala dunia menjadi tontonan yang demikian menyihir warga bangsa di dunia.  Pesta dan tontonan terakbar yang ada di planet bumi ini.  Semua orang mengidealkan tim pujaannya termasuk gaya, kecenderungan dan kelihaian pemain idolanya dalam mengolah si kulit bundar. 

Menjadi yang Terbaik
Melihat keluar, menyaksikan pertandingan sepak bola, pada saat yang sama manusia melihat ke dalam. Melihat  mimpi, potensi dan peluangnya untuk  mewujudkan apa yang terbaik dari dirinya.  Sepak bola dengan demikian menjadi tontonan yang punya efek ke dalam.

Menggugah setiap  orang untuk melihat potensi dirinya. Menghidupkan  mimpinya  untuk menjadi yang terbaik.  Bekerja keras dan tekun berlatih. Bertarung di setiap lapangan kehidupan ini dengan  kesungguhan, totalitas dan jiwa besar. 

Bekerjasama dan bekerja bersama-sama. Memberi tempat bagi pesaingnya sebagai kawan tarung yang membentuk kematangan dan kedewasaan dirinya. Sehingga tontonan akbar piala dunia bukan  aksi riuh-reda sorak-sorai yang menguap begitu saja. Ada sesuatu yang senantiasa tinggal menjadi milik yakni: api semangat untuk menjadi yang terbaik. (Pengamat Seni Pertunjukan, Tinggal di Flores Timur)






Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help