Opini Pos Kupang

Pembuat Sejarah Baru Adalah Tim yang Menang

Klub yang berlatih sesuai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan dan ditata secara baik dan profesional itulah yang berprestasi.

Pembuat Sejarah Baru Adalah Tim yang Menang
ist
Dr. Jhoni Lumba

Oleh Dr. Johni Lumba

TUNAS MUDA dan  KRISTAL FC adalah klub yang pernah membuat sejarah pertama sekaligus memegang supremasi turnamen sepakbola yang sangat bergengsi di NTT yaitu Piala Bergilir Dji Sam Soe Pos Kupang Cup tahun 2006 untuk Tunas Muda  dan 2008 untuk Kristal FC. Sejarah telah dibuat oleh pemain-pemain dari Tunas Muda dan Kristal FC.

Ketika pertama kali Tunas Muda mengikuti turnamen tersebut pada tahun 2006 langsung merebut Juara I dan Kristal FC pada tahun 2007 ketika mengikuti turnamen tersebut merebut juara III. Prestasi yang sangat fenomenal Kristal FC terus berkibar ketika pada tahun 2008 dengan dukungan yang sangat profesional dari Owner Hotel Kristal, David Fulbertus, akhirnya klub tersebut  merebut juara I dan menyabet  Piala Bergilir.

Sejarah telah dibuat oleh Tunas Muda dan Kristal FC, khususnya bagi pelatih Johni Lumba, yang terlibat secara langsung menangani kedua klub tersebut di tahun yang berbeda  dan didampingi oleh Anton Kia sebagai asisten Tunas Muda  tahun 2006 serta Mikhael Pemin dari  Kristal FC pada tahun 2007/2008.

Tunas Muda dan Kristal FC telah membuktikan bahwa merekalah yang pantas disebut klub dan tim terbaik di Kota Kupang. Karena sejarah telah mereka buat pada beberapa tahun yang lalu dan saat ini keadaan itu terulang kembali. Dan, yang akan membuat sejarah tidak lain mantan asisten Tunas Muda, Anton Kia, dan juga Mikhael Pemi, sebagai Asisten dari tim Kristal FC pada tahun 2006 dan 2008.


Semua yang terlibat dari ketua tim tersebut, sedikit atau banyak sumbangsi yang diberikan oleh mereka, ternyata itu adalah bukti bahwa sejarah tidak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan sejarah akan selalu dikenang oleh para pelaku sejarah dan hal tersebut akan menjadi budaya bagi generasi berikutnya. Dan, itulah yang akan menjadi saksi antara Tunas Muda dan Kristal.

Kristal Pos Kupang Cup tahun 2014 adalah turnamen sepakbola yang didesain secara baik seperti Dji Sam Soe Pos Kupang Cup pada tahun 2005-2008. Awal yang baik telah dilakukan oleh panitia turnamen ini. Perhatian dari KONI NTT melalui Ketua Harian Andre Koreh pun sangat jelas bahwa turnamen ini adalah kebangkitan sepakbola NTT. Tanpa kompetisi janganlah berharap adanya prestasi yang diharapkan, demikian juga tanpa pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan janganlah bermimpi untuk meraih prestasi.

Klub yang berlatih sesuai dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan dan ditata secara baik dan profesional  itulah yang akan memperoleh prestasi yang diharapkan. Keinginan untuk menjadi juara tanpa latihan yang benarpun hal tersebut akan menjadi sia-sia.

Pelatih yang memiliki lisensi C Nasional yang terlibat di turnamen Kristal Pos Kupang Cup tahun 2014 telah membuktikan bahwa lisensi itu mahal dan mempertaruhkan kualitas sebagai pelatih yang bersertifikat C Nasional. Namun kualitas pemainpun menjadi hal yang sangat penting dalam memenangkan sebuah pertandingan.

Zet Erickson Adu, pelatih berlisensi C Nasional, telah membuat sebuah terobosan yang luar biasa, ketika harus ketinggalan dua gol pada saat pertandingan semi final melawan Kristal FC asuhan coach Mikhael Pep Pemi, namun dengan kematangan kualitas sebagai pemegang lisensi C Nasional akhirnya anak asuh Zet Adu mampu  menyamakan kedudukan walaupun akhirnya harus takluk di pelatih bertangan dingin Mikhael Pep Pemi yang dengan tenang mengalahkan pelatih kepala PS Kota Kupang yang akan berkiprah di Piala Gubernur pada tanggal 15 Juni yang akan datang.

Tidak bisa seorang pelatih menangani dua klub yang berbeda lalu ingin memperoleh prestasi yang maksimal sekalipun Jose Maurino atau Pep Goardiola hal itu tidaklah mungkin. Bagaimana seorang coach tersebut harus membagi waktu untuk melatih klub yang satu lalu waktu yang  sama pula harus menangani klub yang lain, sangat ironis tapi itulah karakter pengelola dan juga manajemen sepakbola yang ada di kota ini.

Demikian kata salah seorang penonton yang sangat rajin mengikuti setiap pertandingan Kristal Pos Kupang Cup 2014.  Apapun kata orang tetapi siapa pelatih yang mampu mengantar timnya menjadi juara diturnamen ini itulah yang sebenarnya adalah pembuat sejarah bagi dirinya, keluarganya, klubnya, lingkungannya, bahkan untuk turnamen ini. Sejarah akan mencatat bahwa coach, pemain dan pemilik klub tersebut adalah pembuat sejarah dalam turnamen ini.

Turnamen Kristal Pos Kupang Cup tahun 2014 dengan total hadiah Rp 45 juta ini merupakan sebuah turnamen yang memang patut untuk diberi apresiasi. Masyarakat gila bola atau Mas Gibol yang setiap sore memadati stadion kebanggaan di Kota Kupang membuat turnamen ini semakin menarik.

Juara saat dalam turnamen Kristal Pos Kupang Cup tahun 2014 ini merupakan sejarah yang sangat berharga mengingat klub yang juara merupakan motivasi yang tidak terhingga untuk menyaksikan para pemain dunia yang spektakuler dengan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar di ajang yang merupakan olahraga paling terpopuler dan terbesar di jagat raya ini.

Kebanggaan seorang coach, pemain, pemilik, penonton dan atau suporter di turnamen ini nantinya akan menjadi catatan terpenting bahwa mereka adalah pembuat sejarah karena juara di saat turnamen ini baru pertama kali dilakukan dan menjelang pembukaan Piala Dunia.

Menjadi pembuat sejarah dalam turnamen sepakbola seperti Kristal Pos Kupang Cup mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang biasa, namun bagi para pemain, pelatih serta pemilik klub yang juara karena berkat persiapan yang matang adalah sebuah prestasi yang sangat bersejarah bagi kehidupan mereka.

Siapapun pelatih dan klub manapun yang akan menjuarai turnamen ini merupakan hal yang baru karena juara di suasana serta situasi sepakbola dunia yang sedang dinantikan oleh seluruh masyarakat dunia yaitu ajang sepakbola bergengsi dan sangat spektakuler karena melibat 32 negara yang lolos melewati pembagian zona dan grup yang sangat panjang. Tentu mereka juga sedang berharap-harap akan mampu negara mereka bisa menjadi pembuat sejarah di Piala Dunia 2014 ini di Brazil?

Menjadi pembuat sejarah (History Maker) tidaklah mudah karena semua orang ingin untuk itu, namun faktalah yang akan membuktikan bahwa yang menjadi juara itulah sebagai pembuat sejarah dalam turnamen tersebut. Apakah Tunas Muda akan mengulangi sejarah tahun 2006 atau Kristal FC tahun 2008, kita tunggu strategi kedua pelatih yang terus mempersiapkan kematangan mental untuk dapat membuat sejarah baru bagi klubnya masing-masing.

Selamat menyaksikan pertandingan final Kristal Pos Kupang Cup tahun 2014. Lihatlah bahwa yang menjadi pembuat sejarah adalah mereka yang memperoleh juara pertama. Klub manakah itu? Kita tunggu waktu 2 x 45 menitlah yang akan menentukkan pembuat sejarah. Salam Sepakbola: Bersahabat. Kristal Pos Kupang LUAR BIASA.  (Pengamat Sepakbola)

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help