Opini Pos Kupang

Kepemimpinan Transformasional Indonesia Masa Kini dan Masa Depan

Tulisan ini akan mendiskusikan tentang total quality leadership bagi total quality community.

Kepemimpinan Transformasional Indonesia Masa Kini dan Masa Depan
AP PHOTO / TATAN SYUFLANA
Capres Prabowo Subianto (kanan) berdampingan dengan capres Joko Widodo saat mengikuti Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, 1 Juni 2014. 

Oleh Vincent Gaspersz

DISKUSI atau wacana yang berkembang sekarang ini di INDONESIA tentang pemilihan presiden dan wakil presiden,  terlalu difokuskan pada orang (figur) dan bukan pada sistem kepemimpinan.

Inilah kekeliruan terbesar yang selama ini terjadi di INDONESIA, sehingga mengakibatkan INDONESIA menjadi terkebelakang dalam perkembangan kemajuan kehidupan masyarakat modern dibandingkan  dengan negara-negara maju di dunia.

Jika diskusi tentang kepemimpinan diarahkan kepada orang (figur), maka hal-hal yang berkembang  adalah isu-isu primordial seperti suku, agama, ras, antar-golongan, umur, tempat lahir, asal calon, latar belakang pribadi calon, dan "tetek-bengek" lain yang memang selalu menjadi perhatian bagi masyarakat tradisional.

Apakah masyarakat INDONESIA tetap akan menjadi masyarakat tradisional yang berada dalam perkembangan globalisasi dunia, atau ingin mentransformasikan diri menjadi masyarakat modern mengikuti perkembangan dunia sekarang ini?

Tulisan ini akan mendiskusikan hal-hal yang perlu dicermati dalam suksesi kepemimpinan INDONESIA masa kini dan masa depan serta yang berfokus pada sistem kepemimpinan, bukan pada orang (figur) yang mengarah ke isu-isu primordial. Sesuai dengan keahlian penulis dalam bidang studi manajemen dan sistem yang berfokus pada total quality management (TQM), maka tulisan ini akan mendiskusikan tentang total quality leadership bagi total quality community.

Apakah masyarakat INDONESIA mampu mentransformasikan diri menjadi total quality community, sangat tergantung pada total quality leadership yang notabene harus diperankan oleh total quality leader. 

Pemimpin INDONESIA masa kini dan masa depan seyogianya merupakan pemimpin transformasional (transformational leader)-siapapun orangnya, yang mampu mentransformasikan masyarakat INDONESIA yang masih menganut nilai-nilai tradisional (traditional values) menjadi masyarakat "modern", agar mampu berpartisipasi dalam era globalisasi yang semakin hiperkompetitif. Dengan demikian pemimpin INDONESIA masa depan seyogianya merupakan pemimpin, siapapun orangnya, yang memiliki pemikiran global (think globally) namun
bertindak lokal (act locally), JANGAN seperti sekarang ini: Berpikir Lokal,
Bertindak Kampungan (tidak mau menerima (alergi terhadap) kritik, melakukan kampanye hitam, dan praktek-praktek tercela lainnya.
Siapapun orangnya, sepanjang memiliki kriteria kepemimpinan transformasional, seyogianya dialah yang memperoleh prioritas untuk memimpin masyarakat INDONESIA menuju modernisasi di masa kini maupun masa mendatang.

Tujuan dari kepemimpinan transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa depan adalah untuk meningkatkan kinerja manusia INDONESIA dan sumber daya pendukung lainnya (supporting resources), memperbaiki kualitas kehidupan yang ada di INDONESIA-termasuk cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak, meningkatkan output dan produktivitas, serta secara simultan mampu menciptakan kebanggaan bagi masyarakat INDONESIA-bangga menyebutkan dirinya sebagai orang INDONESIA, di manapun dia berada.

Tidak semua orang memiliki keterampilan atau kemampuan untuk memimpin, apalagi untuk menjadi pemimpin transformasional. Memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat untuk dikerjakan, menciptakan dinamika organisasi atau masyarakat yang dikehendaki agar semua orang memberikan komitmen, bekerja dengan semangat tinggi dan antusias untuk mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi.

Memimpin berarti juga dapat mengkomunikasikan  visi dan prinsip nilai-nilai kepada seluruh masyarakat INDONESIA. Kegiatan memimpin termasuk menciptakan budaya atau kultur positif dan iklim yang harmonis dalam lingkungan masyarakat, serta menciptakan tanggung jawab dan pemberdayaan bagi masyarakat INDONESIA.

Berdasarkan pengamatan dan juga pengalaman penulis, sesungguhnya masyarakat INDONESIA membutuhkan pemimpin transformasional yang memiliki keterampilan kepemimpinan dan manajemen sekaligus, agar mereka tidak terus-menerus melarat. Jika kita mau jujur, orang-orang INDONESIA yang berhasil atau sukses selama ini adalah hasil dari perjuangan keras dan keuletan dari diri mereka sendiri, bukan kontribusi langsung dari pemimpin INDONESIA selama ini.

Masalahnya, sangat sedikit masyarakat INDONESIA yang memiliki kriteria mandiri untuk mencapai kesuksesan, masih harus dibimbing dan diberdayakan oleh orang lain,  dan orang lain itu seyogianya adalah pemimpin INDONESIA masa depan. Pemimpin adalah orang yang melakukan hal-hal yang benar (people who do the right thing), sedangkan manajer adalah orang yang melakukan sesuatu secara benar (people who do things right). Dengan demikian pemimpin INDONESIA masa depan seyogianya adalah: orang yang mampu melakukan hal-hal yang benar dengan cara yang benar, SIAPAPUN DIA!.  

Kepemimpinan kualitas (quality leadership) dalam total quality community pada dasarnya merupakan suatu proses pengaruh untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, di mana pemimpin mencoba mempengaruhi masyarakat untuk melakukan apa yang dipandang penting oleh sang pemimpin itu. Dalam manajemen kualitas, pemimpin secara simultan menetapkan arah dan tujuan masyarakat menuju modernisasi, serta memotivasi anggota masyarakat untuk maju secara bersama menuju peningkatan kualitas kehidupan secara terus-menerus.

Pemimpin transformasional mengubah keseluruhan organisasi atau masyarakat melalui mentransformasikan organisasi atau masyarakat menuju pandangan mereka tentang apa yang harus dilakukan oleh organisasi atau masyarakat dan bagaimana seharusnya organisasi atau masyarakat itu berjalan dengan baik.

Pemimpin transformasional bagi INDONESIA masa depan harus mampu memberikan pengaruh kuat pada rencana strategik pembangunan INDONESIA (RENSTRA INDONESIA) yang menetapkan arah dari program-program pembangunan INDONESIA, juga secara spesifik harus mampu membuat arah dan keputusan yang tepat tentang peningkatan kinerja, kepuasan masyarakat, dan pemberdayaan seluruh masyarakat INDONESIA.

Beberapa karakteristik penting dari pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan yang diperlukan, adalah sebagai berikut.

* Memiliki visi yang kuat. Pemimpin transformasional bagi INDONESIA masa kini dan masa depan harus memiliki kepercayaan yang kuat tentang bagaimana suatu organisasi dan masyarakat harus berjalan dengan baik serta mampu mentransformasikan visi dan misi ke seluruh masyarakat INDONESIA.

Dengan demikian visi dan misi dari pemimpin transformasional itu akan menjadi visi dan misi bersama dari seluruh anggota organisasi atau masyarakat. Dalam total quality community, visi dan misi ini akan mencakup suatu transformasi dari masyarakat yang masih menganut nilai-nilai tradisional menuju komitmen total terhadap peningkatan kualitas kehidupan modern.

* Memiliki peta untuk tindakan (map for action). Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus mengetahui bagaimana menerjemahkan impian mereka yang telah dirumuskan dalam visi dan misi itu menjadi kenyataan. Mereka dapat secara efektif merencanakan bagaimana mencapai visi dan misi yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat itu.

Di sinilah masyarakat INDONESIA membutuhkan seorang PEMIMPIN (LEADER) yang mampu mentransformasikan visi dan misi menjadi kenyataan, bukan seorang PEMIMPI (DREAMER) SAJA yang hanya bisa ngomong doang, NATO: No Action Talk Only. Penulis mengakronimkan PEMIMPIN sebagai PEMIMPI + N (NIAT), yaitu: Nyatakan Impian Agar Terwujud (NIAT).

* Memiliki kerangka untuk visi (frame for the vision). Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus mampu menyusun visi dan misi ke dalam suatu gambar atau kerangka yang jelas yang secara kuat menggabungkan visi dan misi itu dengan nilai-nilai religius TANPA membeda-bedakan Agama dan Kepercayaan beserta adat-istiadat yang diyakini oleh seluruh anggota masyarakat INDONESIA yang beragam itu.

* Memiliki kepercayaan (confidence). Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta selalu bersikap optimis dan tidak kehilangan akal dalam menghadapi suatu masalah. Jangan hanya menjadi "anak manis yang pendiam dan penurut" dari kekuatan asing, apalagi hanya menjadi "boneka" bagi kepentingan politik dan kekuasaan belaka!.

* Berani mengambil risiko (risk taking). Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus berani mengambil risiko dalam merealisasikan visi dan misi mereka yang telah ditansformasikan menjadi visi dan misi bersama dari seluruh anggota masyarakat INDONESIA itu. Pemimpin transformasional harus menginginkan perubahan-perubahan pendekatan berupa ide-ide baru, praktek-praktek baru, cara-cara baru dalam memecahkan masalah kemiskinan yang ada selama 69 tahun terakhir ini (sejak INDONESIA terbentuk pada 17 Agustus 1945). 

* Memiliki gaya pribadi inspirasional. Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus memiliki daya magnit pribadi yang kuat sehingga membuat pengikut-pengikutnya (masyarakat INDONESIA) merasa dekat kepada si pemimpin itu. Dengan demikian pemimpin transformasional dapat memotivasi masyarakat menuju peningkatan kinerja dan kualitas kehidupan yang lebih baik.

* Memiliki kemampuan merangsang usaha-usaha individual. Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus memiliki kemampuan mengidentifikasi potensi daerah INDONESIA yang ada, baik potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia INDONESIA,  yang kemudian merangsang dan membantu masyarakat INDONESIA itu secara intelektual agar berkembang untuk mencapai visi dan misi  yang telah disepakati bersama.

* Memiliki kemampuan mengidentifikasi manfaat-manfaat yang diperoleh apabila mengikuti visi dan misi yang telah disepakati bersama itu. Pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan harus mampu secara langsung menunjukkan penghargaan dan pengakuan atas keberhasilan apabila tercapai kemajuan dalam masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang telah disepakati bersama itu.

Dari berbagai karakteristik pemimpin transformasional yang kelihatan sangat ideal dan teoritis di atas, maka penulis TELAH MERANGKUM KE DALAM bahasa awam, bahwa PEMIMPIN = PEMIMPI + N, sehingga seorang pemimpin transformasional bagi INDONESIA masa kini dan masa depan yang diharapkan adalah:

* Sebagai PEMIMPI, memiliki visi dan misi yang SANGAT JELAS untuk Mewujudkan manusia dan masyarakat INDONESIA yang mandiri, maju dan sejahtera lahir dan batin secara adil dan merata.

* Memiliki N = NIAT (Nyatakan Impian Agar Terwujud) melalui mentransformasikan Visi dan Misi ke dalam program-program strategik (RENSTRA INDONESIA) dan rencana-rencana aksi (Action Plan) bagi pembangunan INDONESIA!

* Memiliki KASIH (Kasih/Kehendak ALLAH Selalu Isi Hati), Taqwa (Takut), dan ber-IMAN (Ikhlas Menjadikan Allah Nakhoda) hanya kepada Tuhan (Allah SWT).  Kebanyakan pemimpin yang ada sekarang TIDAK TAKUT kepada Tuhan (Allah SWT) sehingga terus-menerus mempraktekkan hal-hal yang dilarang Tuhan (Allah SWT) seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dll. 


Kesimpulan
Tujuan pembangunan sesungguhnya dari INDONESIA adalah: Mewujudkan manusia dan masyarakat INDONESIA yang mandiri, maju dan sejahtera lahir dan batin secara adil dan merata berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik INDONESIA. 

Visi yang BENAR seperti di atas telah mencerminkan masyarakat INDONESIA modern yang diinginkan di masa kini dan masa depan. Masalahnya, siapa pemimpin transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan yang dapat diberikan kepercayaan (Amanah) untuk mampu mewujudkan visi dan misi itu menjadi kenyataan?

Apakah masyarakat INDONESIA  akan memilih seorang PEMIMPIN (LEADER) = PEMIMPI + N dalam IMAN dan KASIH (N = NIAT = Nyatakan Impian Agar Terwujud, dalam IMAN = Ikhlas Menjadikan Allah Nakhoda, mengikuti KASIH = Kehendak Allah Selalu Isi Hati), yang mampu mewujudkan visi dan misi itu menjadi kenyataan, ataukah hanya seorang PEMIMPI (DREAMER) SAJA, TIDAK MEMILIKI  "N dalam IMAN dan KASIH" yang hanya mampu merumuskan visi dan misi berupa "SLOGAN BELAKA", yang  tidak memiliki kemampuan untuk bertindak terhadap hal-hal yang benar dengan cara yang benar? Semuanya tergantung pada tingkat kematangan intelektual, emosional, dan spiritual dari masyarakat INDONESIA! 

SEMOGA Tuhan (Allah SWT) memberikan petunjuk agar kita mampu memilih PEMIMPIN transformasional bagi masyarakat INDONESIA masa kini dan masa depan.  (Profesor Manajemen dan Sistem, Serta Lean Six Sigma Master Black Belt)




Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved