Eldi Sius Angi: Apresiasi Masih Kurang

Harus diakui bahwa hingga saat ini masyarakat umum belum maksimal memberikan apresiasi dan perhatian kepada suatu karya seni.

Eldi Sius Angi:  Apresiasi Masih Kurang - eldi_sius_angi.JPG
PK/VEL
Eldi Sius Angi, Kepala Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT
Eldi Sius Angi:  Apresiasi Masih Kurang - upt_taman_budaya_(1).JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
UPT TAMAN BUDAYA --- Kepala UPT Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Eldi Sius Angi, bersama para penari Bidu Hodi Hakdau asal Belu-NTT, dalam acara Galadinner Charity Ethnic Fashion Show & Green Kupang di Swiss-Belinn Kristal Kupang, Sabtu (29/3/2014) malam.

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Harus diakui bahwa hingga saat ini masyarakat umum belum maksimal memberikan apresiasi dan perhatian kepada suatu karya seni. Hal ini terbukti dari pemberian apresiasi kepada pelaku seni ketika diundang untuk menghadiri suatu acara.

Demikian disampaikan Kepala UPT Taman Budaya Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT, Alda Sius Angi, mengenai apresiasi pemeirntah terhadap kreatifitas generasi muda di NTT dalam bidang kesenian.

"Seringkali dana yang sudah kami tetapkan untuk sekali tampil Rp 2 juta sampai    Rp 2,5 juta masih dianggap mahal. Padahal, nilai itu tak sebanding dengan nilai pengorbanan anak-anak dalam meluangkan waktu untuk latihan, belum lagi busana, terlebih nilai karya seni yang akan ditampilkan itu," kata Elda.

Pemerintah juga sudah cukup memberikan perhatian kepada kami namun belum maksimal. Ke depan, kami berharap, masyarakat dan pemerintah bisa lebih meningkatkan perhatian terhadap pengembangan dan pelestarian karya seni budaya daerah NTT.

"Saya bermimpi ke depan berbagai karya kesenian asal NTT bisa lebih tumbuh berkembang, dikenal dan dicintai masyarakat, khususnya generasi muda di NTT, Indonesia  hingga dunia internasional," ujar Eldi.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved