Puisi: Pada Gerimis Terakhir

Hari-hari bergumpal dalam tahun berjumlah tiga dasawarsa di luar sana, hidup yang sakral, sudah mati di sana-sini tinggal hanya materi

Puisi: Pada Gerimis Terakhir
istimewa
ILUSTRASI 

menatap ke bentangan hijau
yang tanpa penghujung di bawah naungan biru
dia bertanya dan terus bertanya:
"apakah karya yang digarap dengan telaten ini sungguh-sungguh ada gunanya?"

dia menengadah lagi ke langit biru
naungannya yang sejuk menetes ke ubun-ubunnya
padahal dia tidak pernah memintanya sekalipun
juga tanpa peduli entah langit setuju atau tidak setuju

"ah, kecamuk rasa hanya bagai gerhana!"
begitu dia berucap dalam sanubarinya
"gerhana dirasa gelap karena sekarang belum tahu untuk apa peruntukannya!"

(gnb:jkt:18.3.14:selasa)

Di Depan Kekasih

bening air muka dan sinar matanya
di sebuah paruh waktu, di ibukota
senyumnya yang terkulum di balik pintu
sensual sekaligus dingin
saat matahari menyingsing di ufuk timur
membuat mata yang menyimak bagai nuansa alam mimpi

sejak lama ia terperangkap dalam kepedihan
yang ia sebut sebagai kontradiksi yang tak kasat mata:
"ada bersama namun sekaligus sendirian
berdua namun sekaligus sendiri-sendiri
ramai namun sekaligus sepi
tertawa namun sekaligus lara
dekat namun sekaligus menjarak"

apakah kepedihan selalu berbuntut perih?
mestikah bersepi-sepi di depan kekasih?
haruskah berpuasa di depan TUHAN yang adalah YANG ADA?
pertanyaan-pertanyaan itu terbuang ke udara
menembus langit-langit kamar
bergabung dengan debu yang tercecer angin
dan melarung ke dalam deru gelombang samudera

sambil menyeruput secangkir teh hangat dan ngemil sesuatu yang entah apa
ia berucap lantang apa yang diyakininya dari lubuk hatinya paling dalam:
bahwa dalam rasa cinta, kesepian itu pedih namun indah
bahwa ruang dan waktu bagai kehilangan ukuran
bahwa merapat raga adalah hal niscaya dalam keintiman jiwa

saat itu, sinar mentari pagi sedang menyingsing
menyusupkan kehangatan bagi semua yang berkehendak baik

(gnb:minggu prapaskah: jkt:16.3.14)

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved