• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Pos Kupang

Peremajaan Jeruk Keprok TTS Terkendala Dana

Sabtu, 29 Maret 2014 12:05 WITA

POS KUPANG.COM, SOE--Meski salah satu komoditi unggulan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yakni jeruk keprok,  sudah menjadi produk nasional, namun upaya pengembangannya berupa peremajaan terhambat karena dukungan dana sangat minim.

Kepala Dinas Petanian dan Perkebunan TTS, Ir. I Gede Witadarma, mengakuinya dan hingga saat ini peremajaan jeruk keprok baru seluas 2.000 hektar (ha) dari target minimal 5.000 ha.

"Peremajaan jeruk keprok baru 2.000 ha lebih dari target seluas 5.000-10.000 ha agar hasilnya dipasarkan keluar daerah. Sementara ini konsentrasi peremajaan di Kecamatan Mollo Tengah, Mollo Utara, Tobu serta Kecamatan Amanuban Barat selama lima tahun terakhir," kata Gede di ruang kerjanya, Jumat (28/3/2014). Menurutnya, peremajaan jeruk keprok terlambat karena pengalokasian dana sangat terbatas.

"Alokasi dana APBN 2013 dan 2014 seluas 200 ha. Sementara APBD II TTS Tahun 2013 seluas 200 ha dan tahun 2014 seluas 500 ha. Kapan baru bisa mencapai 5.000 ha, apalagi 10.000 ha agar bisa diekspor keluar NTT," tegas Gede.

Untuk mencapai terget pasar keluar daerah, diakui Gede, minimal peremajaan setiap tahun seluas 1.000 ha. Sementara ini, lanjut dia, pasaran keruk keprok TTS masih sebatas pasar lokal, hanya dilakukan pengusaha pengepul tertentu. (mas)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
162762 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas