Jumat, 19 Desember 2014
Pos Kupang

Hari Air Sedunia tahun 2014, 700 Anakan Ditanam di Ekateta

Minggu, 23 Maret 2014 16:08 WITA

Hari Air Sedunia tahun 2014, 700 Anakan Ditanam di Ekateta - ayub_titu_eki_tanam_pohon_di_embung_ekateta.jpg
Ferry Ndoen
BENIH IKAN-- Kasubag TU BWS NT II, Alex leda, ST, MT, didampingi PPK Irigasi Timor dan Kepulauan, Ir. Frengky Welkis menebar benih ikan di perut embung Ekateta, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang pada puncak Hari Air se-dunia 2014, Sabtu (22/3/2014) siang.
Hari Air Sedunia tahun 2014, 700 Anakan Ditanam di Ekateta - 101_0130.jpg
Ferry Ndoen
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki tanaman pada puncak Hari Air Sedunia 2014 di lokasi embung Ekateta, Kabupaten Kupang, Sabtu (22/3/2014)

POS KUPANG.COM, KUPANG-- Sebanyak 700 anakan kelapa, mahoni dan mangga ditanam di sekitar embung Ekateta, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu (22/3/2014). Penanaman anakan oleh Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki, didampingi KTU Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Alex Leda, ST. MT mewakili Kepala BWS NT II, Ir. Charisal A Manu, Msi bersama ratusan pegawai dan keluarga lingkup balai tersebut.

Hadir, sejumlah pejabat dan PPK/Satker di lingkungan BWS NT II, Kasie Pelaksanaan, Ir. Endya Rahardho, MT, Alfred Lukas, ATP, Msi, Ir. Marten Tella, MT, Frengky Welkis, ST, Ruben Riwu, ST, MT serta  tim GN-KPA Kabupaten Kupang, Feri Sallu, Yudri Lasi, dan Loubrik Saubaki, serta ratusan pegawai dan keluarga lingkup BWS NT II.

Kepala BWS NT II, Charisal Manu, melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Aleks Leda, S.T,  di sela-sela penanam kepada wartawan, Sabtu (22/3/2014) menjelaskan, kegiatan penanaman anakan di sekitar embung merupakan bagian dari kegiatan yang harus dilakukan di setiap lokasi pembangunan embung-embung.

"Tapi kegiatan kali ini dengan sedikit seremonial karena bertepatan dengan Hari Air se-Dunia 2014. Biasanya kontraktor yang melaksanakan kegiatan pembangunan embung langsung melakukan anakan pohon minimal 50 pohon di sekitar embung yang dibangun dari dana CSR perusahaan. Tetapi ini bertepatan Hari Air se-Dunia sehingga kita buat ada seremonial," jelasya.

Alex Leda mengatakan, kegiatan pembangunan embung di NTT  tahun 2013 mencapai 203 embung, dan akan terus dibangun dari tahun ke tahun. Pasalnya, sumber air permukaan saat ini semakin menipis sehingga dengan adanya embung akan sangat membantu masyarakat di sekitar lokasi embung-embung untuk meningkatkan ekonominya baik dari sisi pertanian maupun peternakan.

Selain perayaan puncak Hari Air se-Dunia, kegiatan penanaman pohon di Embung Ekateta merupakan bagian dari  Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), dan program 'paksa tanam-tanam paksa' yang digulirkan  Pemkab  Kupang.
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki yang berkenan hadir ikut menanam di lokasi embung.

Daerah Ini Kesulitan Air
Bupati Ayub Titu Eki,  menegaskan pembangunan embung oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kupang karena kabupaten ini masih merupakan kabupaten pedesaan dengan mayoritas penduduk adalah masyarakat pedesaan.

"Terima kasih karena BWS Nusa Tenggara II sudah membantu masyarakat dan Pemkab Kupang pembangunan embung- embung. Saat ini pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang harus dimulai dari rumah tangga menggunakan pola pembangunan partisipatif. Dengan demikian ekonomi masyarakat akan menjadi kuat," tegasnya.

Titu Eki berharap pembangunan embung-embung oleh Balai Wilayah Sungai Nusa NT II terus dilakukan disemua titik karena sampai saat ini daerah ini masih kesulitan air baik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun peternakan dan  untuk kebutuhan manusia.

"Idealnya ada satu embung di setiap desa. Saya berharap pihak Balai terus membangun embung untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang. Saya siap mendukung BWS i mengatasi setiap persoalan yang ditemui di lapangan, khususnya terkait pembebasan lahan," tegasnya.

Pantauan Pos Kupang, Sabtu (22/3/2014) di lokasi embung Ekateta, selain menanam anakan, BWS NT II  juga menebar  1.500 benih ikan nila, bawal, dan ikan mas di embung seluas kurang lebih tiga hektar yang dibangun dari APBN Perubahan  2013 senilai Rp 8,2 miliar dikerjakan PT Hutama Mitra Nusantara (HMN).

Pemilik lahan embung Ekateta, Raymundus Moruk kepada Pos Kupang, menegaskan pembangunan embung ini sangat berarti bagi masyarakat karena ranch untuk peternakan di bagian utara embung akan mendapatkan pasokan air yang cukup untuk minum maupun pengembangan pakan. (meo/fen)

Penulis: Ferry_Ndoen
Editor: Ferry_Ndoen

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas