PUISI-PUISI JHON TUBANI

Akan kukatakan sayang padamu Bila tak kudengar lagi suaramu Akan kukatakan rindu padamu Bila tak kutemui lagi dirimu

PUISI-PUISI JHON TUBANI
Net
Ilustrasi

Jiwaku Ada Padamu

Akan kukatakan sayang padamu
Bila tak kudengar lagi suaramu
Akan kukatakan rindu padamu
Bila tak kutemui lagi dirimu

Sebab ada gaung fana dari sudut kenangan
Tentang kita di akhir senja

Akan kukatakan sayang padamu
Bila embun membatu di ujung bola matamu
Akan kurindukan dirimu
Bila helai-helai kenangan
Tak lagi bergemuruh di balik pahatan tebing hatimu

Ku terdiam dalam kalutan galau
Menatap senja yang kian genit melahap tubuhmu
Perlahan kau tenggelam dalam balutan malam
Larut dalam buaian mimpi
Dan aku...
Masih saja menantimu pulang
Sebab jiwaku ada padamu
Pada cinta kita
Serupa fajar selepas malam
Selamanya....

Galau

Benar...
Bahwa hidup tak semestinya berpasrah pada nasib.
Sebab, jalan tak ada ujung
Bagi mereka yang terus berjalan menyusuri lorong waktu
Sembari mencecapi setiap dentuman bunyi kehidupan yang parau...

Benar...
Bahwa hidup tak semestinya menunggu keberuntungan.
Sebab, rahmat yang dinanti
Tak bersemi pada mereka yang terus mendengkur
Seraya memeluk kehampaan mimpi akan hidup yang kacau...

Benar...
Bahwa hidup tak semestinya diabaikan.
Sebab, dunia kini telah menjelma menjadi satu-satunya surga
Bagi mereka yang optimis menenun bahagia
Di setiap sisi cahaya kehidupan yang silau...

Benar...
Bahwa hidup tak semestinya disesali.
Sebab, mereka yang pernah hidup,
Terlahir dari rahim cinta yang tak pernah kenal galau...
 

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help