Parodi Situasi Sakura

INI bukan sakura sembarang sakura. Jangan engkau kira bahwa ini sakura dari Jepang.

Parodi Situasi Sakura
DOK POS KUPANG
Maria Matildis Banda

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

INI bukan sakura sembarang sakura. Jangan engkau kira bahwa ini sakura dari Jepang.   Bunga yang mekar dengan warna menawan itu menjanjikan rindu, justru saat hilang dari hadapan mata. Tetapi ini bukan sakura yang menjanjikan rindu. Kalau engkau bilang, musim gugur belum juga usai, padahal sudah mulai memasuki bulan Maret.

Sakura yang ini tidak pernah diharapkan kedatangannya. Mungkin engkau ingin melihat musim semi  memberi tanda tunas baru.  Sakura yang ini tanpa tunas. Mungkin saja badai salju yang baru saja melanda Jepang memperlambat datangnya sakura  baru. Turunnya salju sekali ini benar-benar tebal. Apalagi di Tokyo.  Namun, ini bukan Tokyo! Sakura yang satu ini, benar-benar beda.

                                    ***
"Sakura mana maksudmu? Bukankah sakura identik dengan Jepang?" tanya Nona Mia penasaran. "Soal sakura saja, mengapa Jaki harus bolak balik begini ya?"
"Maaf, ini bukan sakura Jepang yang menjanjikan kesegaran baru di musim baru. Sakura yang ini lain sama sekali," jawab Jaki. "Sakura yang ini identik dengan Rara."

"Oooooh apa hubungannya dengan sakura?"
"Sssst jangan bilang-bilang ke Rara ya," Jaki mulai ambil jurus ngerumpol alias ngerumpi politik atau politik ngerumpi.
"Apa?"

"Sakura yang ini bukan sembarang sakura. Sakura yang ini singkatan dari sakukurata alias saku rata, alias tongpes alias kantong kempes," jawab Jaki. "Rara benar-benar sakura gara-gara nyaleg."

"Hati-hati kamu kalau bicara," Nona Mia memberi peringatan. "Rara bisa marah besar dengan julukan yang kamu berikan. Bukankah Rara selalu bilang dirinya adalah caleg yang bersih? Rara bersih, dia pasti bebas dari sakura alias sakukurata."

                           ***
"Hai, Pak Caleg apa kabar?" tanya Jaki. "Wah bawa bunga apa?"
"Ini bunga Sakura." Jawab Rara. "Kiriman dari Tokyo Jepang. Bukankah di kota kita puluhan tahun lalu Jepang datang dan menetap di sini? Ketika itu ada pohon flamboyan. Kota kita jadi indah lebih indah dari Tokyo dan kota-kota lainnya di Jepang. Flamboyan membuat Jepang betah karena membawa kenangan akan kampung halamannya. Warna pink dan pink keputihan, Flamboyan dengan warna merah, kombinasi yang indah bukan?"

"Sakura alias sakukurata," kata Jaki.
"Jaki...dapatkah kamu lebih positif memberi penilaian terhadapku?" tanya Rara. "Kamu mau bilang sakuku rata bukan? Dalam musim caleg ini, apalagi aku temanmu juga seorang caleg, apakah bisa kamu tenangkan hatiku untuk menghadapinya. Mengapa kamu selalu negatif, Jaki?"

"Bukan itu maksud Jaki," Nona Mia segera ambil alih agar tidak terjadi pertengkaran dilanjutkan dengan adu jotos antara Jaki Rara yang sering terjadi jika tersinggung.
"Sakura justru sangat baik untukmu."
"Tetapi sakura itu Jepang bukan kita," Jaki mencemberutkan wajahnya.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help