• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Pos Kupang

Ende Dapat 25 Ton Benih Jagung Sumber Dana APBN

Senin, 24 Februari 2014 16:32 WITA
Ende Dapat   25 Ton Benih Jagung  Sumber Dana APBN
POS KUPANG/DION M.KOTA
Kumpukan karung berisi jagung pipilan yang didatangkan dari Pulau Semua dan dijual pedanag di Pasar Oeba, Kota Kupang, Senin (17/2/2014). 

POS KUPANG.COM, ENDE -- Dalam Tahun Anggaran (TA) 2014 ini,  Kabupaten Ende mendapatkan jatah 25 ton benih jagung yang bersumber dari APBN. 

Rencananya benih jagung tersebut dipergunakan untuk ditanam pada areal seluas 1.000 hektar, tersebar di 21 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Marianus Alexander, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di ruang kerjanya belum lama ini.

Dijelaskannya, semua benih jagung yang akan dibagikan kepada kelompok tani di Kabupaten Ende didatangkan dari luar daerah, karena Kabupaten Ende belum bisa menghasilkan benih jagung dalam jumlah banyak yang sedianya akan kembali dibagikan kepada kelompok tani di daerah tersebut.

"Idealnya benih jagung mesti dihasilkan di daerah sendiri,  namun hingga kini belum bisa, maka benih jagung didatangkan dari luar oleh pemerintah pusat melalui rekanan," kata Marianus.

Dijelaskannya,  benih jagung yang didatangkan dari luar daerah akan ditanam oleh para petani di area lahan kering,  karena mayoritas lahan yang ada merupakan lahan kering dibandingkan lahan sawah. Meskipun belum bisa menghasilkan benih sendiri dalam jumlah banyak,  namun  pemerintah tetap berusaha membuat penangkaran benih lokal sehingga bisa menghasilkan benih jagung tersendiri.

Untuk itu dalam tahun 2014 ini,  selain mendapatkan bantuan benih jagung dari pemerintah pusat melalui APBN, Dinas Pertanian Ende juga mengalokasikan dana Rp 35.612.500 dari APBD Ende Tahun Agggaran (TA) 2014 untuk memperbanyak benih di penangkaran benih yang sedianya ditanam pada 10 hektar lahan, juga menyiapkan dana Rp 43.750.000 guna pengembangan jagung komposit seluas 100 hektar.

"Kalau dari APBD II kami memang telah menyiapkan dana untuk keperluan benih jagung.  Kami belum tahu dari APBD I  NTT,  karena biasanya setiap tahun dapat," kata Marianus.

Meskipun mengakui bahwa belum bisa menghasilkan benih jagung sendiri dalam jumlah banyak,  namun di beberapa wilayah Ende justru menghasilkan benih jagung lokal,  yakni jagung manis.

"Kalau untuk  jagung manis adalah benih lokal,  karena tidak didatangkan dari luar daerah.  Namun demikian produksinya masih sedikit hanya untuk konsumsi lokal," kata Marianus. (rom)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
147522 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas