• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Pos Kupang

Danlanud: Lanud El Tari Jadi Pangkalan Pelaksana Operasi

Rabu, 22 Januari 2014 10:15 WITA
Danlanud: Lanud El Tari Jadi Pangkalan Pelaksana Operasi
POS KUPANG/BENNY JAHANG
Eko Dono Indiarto , Danlanud El Tari Kupang

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El Tari sudah disiapkan menjadi pangkalan pelaksana operasi.

Untuk itulah pengembangan Lanud El Tari Kupang terus dilakukan hingga memenuhi kekuatan pokok minimum yang ditargetkan paling lama tahun 2024 mendatang.

Komandan Lanud El Tari Kupang, Kolonel (Pnb) Eko Dono Indarto,  yang dihubungi Pos Kupang, Kamis (16/1/2014) siang mengatakan pengembangan Lanud El Tari sudah mulai berjalan dari pengembangan organisasi.

Misalnya, pucuk pimpinan dari pangkat Letkol menjadi Kolonel.
Selain itu, Lanud Tipe C menjadi Lanud Tipe B. "Nanti Lanud El Tari bukan lagi sebagai pendukung operasi pangkalan, tetapi menjadi pangkalan pelaksana operasi," tandas Eko.

Bila telah menjadi pangkalan pelaksana operasi, maka dapat
dilakukan operasi udara saat negara dalam kondisi darurat. Itu berarti dapat dibentuk satuan tugas operasi udara, di Lanud El Tari Kupang.

Danlanud Eko menyatakan saat ini program kekuatan pokok minimum menjadi acuan pokok untuk mengembangkan  kekuatan agar setara dengan negara-negara lain. Ini dilakukan sejak lima tahun lalu. Program itu salah satunya meningkatkan alat utama sistem persenjataan sesuai dengan yang diharapkan.
Alat itu nantinya ditempatkan di daerah-daerah perbatasan untuk kepentingan pertahanan.

Ia menjelaskan program pemerintah untuk pemenuhan alusista maksimum terpenuhi pada tahun 2024. Saat ini TNI AU masih berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana.

Menurut Eko, bisa saja kebijakan pimpinan nanti akan menempatkan beberapa pesawat tempur di Lanud El Tari untuk kepentingan pertahanan. Apalagi dari sisi geografi, letak NTT sangat strategis. "Di NTT TNI AI memiliki pangkalan udara hanya Lanud El Tari saja. Dulu Kalau masih ada Dili," jelas Eko.

Ia menambahkan bila alusista sudah terpenuhi maka beberapa pesawat tempur akan berada di Lanud El Tari Kupang. Sebagai langkah awal, tahun ini  akan dibangun gedung pengamatan udara.

Tak hanya itu, lanjut Danlanud Eko, dari keluasan tanah masih sangat mencukupi, lantaran tanah AU sesuai sertifikat tanah 1987, seluas 547 hektar. Untuk kepentingan pangkalan udara sangat cukup. Apabila dikembangkan untuk infrastruktur lainnya, juga masih sangat memungkinkan.

Ia menceritakan sesungguhnya pengembangan Lanud El Tari tidak seperti sekarang ini. Pengembangannya dulu ke arah Baumata. Tetapi sekarang tidak terpakai. Dengan demikian bisa  digunakan untuk fasilitas perkantoran, taxiway dan appron.

Apakah pengembangan itu nanti tidak mengganggu penerbangan  sipil di Bandara El Tari, Danlanud Eko menyatakan, bisa saja mengganggu bila tidak ada koordinasi lintas sektoral.

Tapi kalau koordinasi lintas instansi bagus, justeru akan sangat mendukung. "Pengembangan aset dan investitas tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Butuh kerja sama dan koordinasi lintas sektoral.

Kalau terjadi ancaman militer maka tidak hanya pihak militer saja tetapi didukung komponen lain. Kalau bandara ini memiliki konsistensi maju, maka perlu dikembangkan fasilitas sarana dan peralatannya," katanya.

Tentang kemudahan akses pengembangan Bandara El Tari Kupang, Danlanud Eko menyatakan, kegiatan di bidang keudaraan semuanya ada aturan main yang harus dipatuhi bersama. Tujuannya menjamin tingkat keselamatan dan keamanan.

Ia menjelaskan kalau yang bekerja di bidang itu tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan, itu tidak ada gunanya.

Dari aspek keselamatan Bandara El Tari, Eko mengatakan sudah memenuhi standar keselamatan. Tetapi untuk menunjang lebih bagus, disarankan dalam satu kepentingan keudaraan, dibutuhkan fasilitas landasan yang bisa mendukung penerbangan pada arus yang padat.

"Dalam dunia penerbangan tidak boleh terjadi kekeliruan.
Fasilitas yang ada bisa saling mendukung. Semisal di Bandara El Tari sudah memiliki radar awos, maka TNI AU tidak perlu menyiapkannya lagi.

Bila ingin membangun bandara baru, Eko mengatakan, itu kewenangan pemerintah daerah. Untuk membangun bandara  harus ada kajian terlebih dahulu oleh pemerintah daerah. 

"Kalau dianggap perlu, pasti pemerintah daerah akan mengajak bicara dengan pihak-pihak terkait, termasuk angkatan udara.  Pemerintah daerah memiliki rencana tata ruang wilayah. Rencana itu harus digabungkan dengan rencana tata ruang udara. Pasalnya udara bukan garis imajiner kosong. Pada kepentingan tertentu bisa menjadi syarat kepentingan politik," jelas Danlanud Eko.

Ia menambahkan butuh studi kelayakan lantaran pembangunan bandara membutuhkan waktu yang lama. Pemerintah daerah juga harus memiliki grand design seperti 20 - 50 tahun ke depan sehingga semuanya tertata.

Ia menegaskan Lanud El Tari Kupang sejak dahulu sudah menjadi pangkalan militer. Keberadaan pangkalan militer lebih dahulu daripada angkutan udara.

"Keberadaan angkatan udara lebih dominan daripada angkutan udara. Tetapi dalam perjalanannya, kebutuhan publik harus terdukung. Ada juga militer yang numpang di bandara sipil. Semua itu tak jadi masalah kalau ada komunikasi," ujarnya.*

Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
139622 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas