Duka di Ujung Cinta

Hidupku kini seakan terasa hampa. Aku seolah telah rapuh dan tak berdaya lagi, menelusuri alur kehidupanku yang penuh tantangan.

Duka di Ujung Cinta
Net
Ilustrasi 

Dewiku. Kumohon, izinkan aku melihatmu dan mencintai dirimu. Andai kau jauh dariku, dekatkanlah dirimu dan masuklah dalam hatiku. Jumpai aku dalam tidurku, dan ketika mataku terpejam, biarkanlah kumerasakan sentuhanmu dan mendengar lembutnya suaramu walau hanya dalam mimpi. Dan bila mungkin terjadi, koyaklah tirai kegelapan yang melingkupi diriku.

Hancurkanlah penghalang yang menyelubungi kehidupanku dan berikanlah aku sayap-sayap cintamu yang memungkinkan diriku terbang di belakangmu menuju taman impian, taman cinta yang khusus tercipta bagi mereka yang memiliki ketulusan untuk mencintai.

Separuh malam telah berlalu. Kini kumerasa bahagia dalam linangan air mataku, lega dalam deritaku. Kumerasakan gejolak hatiku yang memandang syahdu purnamanya rembulan, sungguh pemandangan yang menakjubkan pesona malam yang bertabur bintang. Mungkin aku seharusnya tidak menderita menanti kedatangan sang cinta yang tengah menggerogoti sanubariku.

Fajar merekah mengusir kesunyian malam, cahaya keemasan mentari menyebar menyinari semesta dan langitpun tersenyum puas melepas kepenatan. Hari baru.harapan baru.dan mungkin kekasih baru. Itulah niatku hari ini!! Kubergerak santai menuju sebuah lingkungan yang di dalamnya ada rasa persaudaraan dan saling mencintai yang begitu kental. Kumelewati sebuah lapangan yang dihiasi rerumputan hijau dan dijaga serdadu-serdadu lumpur yang membuatku harus berjinjit melewati lingkaran itu. Pandanganku tertuju pada langit yang tak berawan, semoga hatiku secerah langit itu hari ini, gumamku dalam hati.

Sudah semingggu ujian praktek sekolah kelas XII berlangsung dan hari ini aku akan mengikuti ujian praktek kesenian. Alunan gitarku akan mengiringi lagu "You Reise Me Up" setelah itu aku akan ikut serta merayakan hari Valentine di sekolahku, sebuah moment yang membahagiakan banyak orang namun menjadi sembilu yang sangat menyayati hatiku, karena aku bukanlah bagian dari mereka yang merasakan keindahan itu.

Menjelang penghujung acara aku diberi kesempatan untuk berbagi kenangan seputar kisah cinta . Spontan diriku teringat akan adik kelas yang mencuri hatiku dua tahun silam. Saat itu dia sungguh membuatku tergila-gila hingga daya imajiku menciptakan puisi-puisi terindah untuknya. `Andai' salah satu puisi yang kuberikan kepadanya, usahaku itu tak menghasilkan apa-apa sebab di sisi lain ia adalah sesosok gadis yang sempurna di hati setiap laki-laki. Ia sangat cantik. Kusadari itu dan berusaha untuk melupakan dia, karena itulah jalan satu-satunya mempertahaankan keadaanku sebagai seorang laki-laki.

Acara hampir selesai. Aku kembali mersakan Sesautu yang aneh dalam diriku. Jantungku terasa berdetak lebih kencang, kumerasakan adanya harapan baru timbul dalam hatiku bagaikan seseorang yang terlelap dalam tidur dan dikagetkan oleh sinar matahari yang menusuk-nusuk kelopak matanya. Kumenangkap sesosok bayangan yang tiba-tiba muncul di balik jendela dan berjalan santai menuju pintu kelas.

Ach. ini mimpi! Namun, semuanya berubah ketika ia memandang ke dalam ruangan itu. Bukan mimpi! Kumencoba menyadarkan diriku. Pandangan matanya tertuju padaku yang telah menatapnya sedari awal. Dengan sifat tak pedulinya ia kembali berbalik meninggalkanku. Spontan wajahku berubah memerah seolah-olah diriku mengatakan "jangan pergi sayang". Sejenak lalunya tatapan gadis itu kutuntun masuk dalam jantungku dan mengingatkan hatiku akan kenangan yang samara-samar di masa lalu.

Kami saling menatap dari jarak yang tak berjauhan. Tanpa kusadari, kumelangkah mendekat, jemarinya kugenggam erat, penuh kasih sayang. Raut wajahnya sungguh mempesona. Dengan seluruh kekuatan yang bisa dicapai oleh perasaanku dan dengan seluruh keyakinan,  akhirnya "Aku Mencintaimu" terucap dengan pasti.

Gadis cantik itu membisu, menyerah bagaikan wangian kembang melati yang berserah diri pada hembusan angin. Ia menarik napas dalam-dalam, suatu helaan napas panjang, yang menandai lahirnya kembali dalam hatiku cinta yang terluka oleh derita kesepian. Ia  memandangku dengan tatapan mata yang penuh tanda tanya, sebuah tatapan wanita yang sangat meragukan kejujuran seorang laki-laki.

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help