• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Pos Kupang

Orang Gila Tewas Dihakimi Massa

Jumat, 13 Desember 2013 10:56 WITA

POS KUPANG.COM, ATAMBUA----Patung  Bunda Maria, di Gua Maria, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu yang merupakan simbol umat Katolik menghormati Santa Perawan Maria, Kamis (12/12/2013) sekitar pukul 06.00 Wita hancur total dirusak oknum pelaku.

Perbuatan oknum pelaku yang diduga tak waras itu menyulut amarah umat hingga menghujaninya dengan batu termasuk menghakiminya hingga tewas. Kasus ini tengah diselidiki aparat Polres Belu terkait identitas korban juga motif lain dibalik kasus ini.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Atambua menyebutkan, kasus perusakan Patung Bunda Maria di Silawan ini menghebohkan warga setempat. Pasalnya, oknum pelaku yang saat itu memegang parang menuju Gua Maria di Desa Silawan lantas menghancurkan Patung Maria yang selama ini dihormati umat Katolik di desa itu.

Beberapa saksi mata yang melihat perusakan menyampaikan kepada umat yang lain, dan umat berbondong-bondong menuju Gua Maria yang letaknya tak jauh dari pemukiman penduduk.

Massa tak berani mendekati pelaku karena ada sebilah parang ditangan pelaku sehingga massa kemudian melemparinya dengan batu. Akibat lemparan bertubi-tubi, sebagian batu mengenai tubuh pelaku sehingga terjatuh di tanah. Saat itu massa menyerbu dan memukul korban secara beramai-ramai sehingga tubuh korban hancur tak bisa dikenali lagi.

Pelaku ditengarai bukan warga di desa tersebut dan tanpa identitas jelas. Pelaku yang sudah tidak bernyawa lagi  kemudian dievakuasi aparat  Polres Belu menuju RSU Atambua untuk proses visum.

Kapolres Belu, AKBP Daniel Yudo Ruhoro, ketika dikonfirmasi Pos Kupang melalui hand phonenya, Kamis (12/12/2013) petang mengakui kasus tersebut.

Daniel mengatakan, dirinya dilapori anggota bahwa pelaku yang kini jadi korban merusak patung Bunda Maria, di Gua Maria Silawan pukul 06.00 Wita. Warga yang merasa simbol keagamaannya dirusaki kemudian marah lalu menghakimi pelaku beramai-ramai hingga tewas di tempat.

"Kita masih selidiki nama dan alamat korban. Intinya korban dihakimi massa hingga tewas. Pelaku ditengarai tak waras. Saat ini korban sudah kita evakuasi ke RSU Atambu untuk visum. Saya mengimbau umat katolik yang ada khususnya di Silawan  untuk tahan emosi. Biarlah kasus ini aparat Polres Belu selidiki," kata mantan Kapolres Ngada yang mengaku dalam perjalanan dari Jakarta ke Atambua terkait tugas kedinasan. (yon)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
131462 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas