Ada Kisah di Taman Kantor Gubernur

Serempak kami pun tertawa. Sebuah perkenalan singkat namun menyita hampir seluruh perhatianku.

Ada Kisah di Taman Kantor Gubernur
Net
Ilustrasi

(Lima Tangga Nada Denyut Jantungmu)

Cerpen Hans Hayon

I
"Sudah lama bekerja di sini?"
"Iya. Kamu?"
"Ini hari kedua."
"Tamatan Administrasi dari Universitas Indonesia?"
"Iya. Tahu dari mana?"
"Caramu melemparkan senyuman," ucapku pendek.
"Ah.... Masa?"

Serempak kami pun tertawa. Sebuah perkenalan singkat namun menyita hampir seluruh perhatianku.
Kami pun kembali tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Mengurus hal-hal yang kurang penting seperti menyusun kertas atau menghayal di depan mesin foto copy. Tidak ada komunikasi yang paling berarti selain bertemunya tatapan di sela-sela waktu. Dan sebuah senyum kaget yang kompak di kedipan terakhir.
Oh iya. Aku hampir lupa nama gadis itu. Bukankah zaman sekarang, segala sesuatu butuh nama?

Dari ambang pintu, ia terlihat sibuk memindahkan tumpukan kertas di bawah meja.
"Maaf, boleh aku tahu namamu?" ucapku tergesa membuat kepala gadis itu nyaris membentur meja.

"Eh... ternyata kamu," sapanya ramah. "Panggil saja aku, Kinasih."
"Kalau ada waktu, apakah kita bisa makan malam bersama?" tanyaku tanpa malu-malu.

"Sepertinya tidak ada waktu!"
"Baiklah," balasku cepat sambil menyembunyikan rasa malu yang sangat.
Sebelum berlalu mencapai pintu, Kinasih berujar setengah berbisik, " Tidak ada waktu untuk menolak ajakanmu."

Malam itu, Kinasih tampil begitu anggun. Karakternya memang lebih cerdas dibandingkan dengan gaun merah jambu yang melilit di tubuhnya. Tak heran, kami sukses sekarib demikian walaupun baru beberapa jam yang lalu berkenalan.
Setelah menuntaskan makan malam, kuajak Kinasih berjalan menuju taman kantor tempatku bekerja. Letaknya tidak jauh amat dari rumah membuat kami tak membutuhkan terlalu banyak waktu mencapainya.

"Kamu biasa ke sini?" tegurnya ingin tahu, setelah melewati gerbang taman.
"Selalu."

"Bahkan jauh sebelum ayahmu memimpin provinsi ini?"
"Iya. Berjam-jam kuhabiskan waktuku di tempat ini jika sedang butuh sendiri."
Dan aku mulai menjelaskan panjang lebar tentang tata letak kota dan seluk beluknya. Maklum, Kinasih, gadis kelahiran Bandung itu masih sangat awam dengan situasi di pulau ini.

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help