PUISI-PUISI MARGARETH FEBHY IRENE

Dari pintu ke pintu Ku tenteng map biru berisi kertas-kertas putih Pakaianku rapi berdasi lengkap terlihat elegan

Dari Pintu ke Pintu

Dari pintu ke pintu ...
Ku tenteng map biru berisi kertas-kertas putih
Pakaianku rapi berdasi  lengkap terlihat elegan
Ada mimpi yang kucari dan kukejar
Logikaku tak cukup jua untuk sebuah gelar

Itulah kujajah ijazah tak seberapa ini
Lampiran hasil pertempuranku 
di masa kecil hingga remaja
Berharap  pada kursi berdamping
layar berpuluh menu ku jadi dewasa
Kucangkul asa  dari balik khayalku yang suram
Kelak benderang memancar sinar terang

Adalah kisah sang penjelaja nafkah
Memotret dirinya tuk cari tempat pajang yang tepat
Berharap satu dua mata kan tertarik
Dilengkapi pula lampiran riwayat tuk meyakinkan
Menyimpan kepercayaan akan sang pemilik gambar

Titik-titik masih kosong belum tertanda  tangan
Menanti tintah pekat kan terlukis tak terhapus
Memberi jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan
Meskipun masih dari pintu ke pintu
Keluar dan masuk  tanpa memberi rasa sekalipun

Ujaran tancap kejam tak alihkan tekad
Dihormati tak perlulah, dihargai sudah berarti
Bukan untuk jadi yang teratas atau  ternama
Sekedar wujudkan impian-impian kemarin
Jika kita sama, terimalah seberkas mimpi nyata ini.

Terlambat

Dia benci kata itu, akupun juga
Terlambat melintas mengarungi hidup
Layaknya seorang wisatawan dunia
Namun tak asing ataupun baru
Cintaku pergi lagi karena terlambat itu datang
Kekasihpun jauh karena terlambat itu mampir
Bukan ku tak suka,
tapi karena iapun tak suka
Lalu atasanku menunjuk bebas
pada  kening dan bola mata ini
Karena terlambat itu lagi-lagi kembali
Semua berbeda, semua tak sama
Terlambat masih terkadang bersamaan menepi
Aku benci padamu kata
Aku tak suka jika kau datang
Kahadiranmu mengusik tenang jiwaku
Pikirpun berbaur dalam satu acuan menghitam
Jika engkau mampu mengerti
Aku  terkadang menangis karenamu
Aku harus menerima amarah itu karenamu
Lenyaplah sesekali,
meski ku harus bercermin  diri
Ku tak ingin terlambat
Aku pernah patah hanya sekedar terlambat
Pergilah.. ku ingin sendiri
walaupun kau katakan  itu aneh.   

Isyarat di Balik Gerimis

Rintinkan mungkinkah rintikan
Adakah engkau tahu arti dari butiran bening
Ada apa di dalam sana
Ada artikah? Ada kesejukan kah?
Atau ada kekejaman?

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help