Cerpen Djho Izmail: Mata

COBA sekarang engkau bayangkan bahwa dirimu adalah mata. Dengan tubuh yang bulat, agak oval ataupun benar

Cerpen Djho Izmail: Mata
Net
Ilustrasi 

Engkau pasti akan merasa bosan juga dengan rutinitas dan apa yang dilihat terus menerus. Tetapi ada beberapa hal yang sungguh tak bisa dicegat. Engkau bahkan suatu kali pernah melihat. Beberapa lelaki dengan perut gendut saling berbisik-bisik di sebuah kantor pemerintah. Mereka nampak membicarakan sesuatu yang rahasia.

Tak lama berselang mereka sudah berpindah tempat duduk berhadap-hadapan di sebuah rumah makan. Setelah selesai makan. Tangan seseorang merogoh sakunya. Diambil sebuah amplop. Yang katanya di dalamnya terdapat jutaan rupiah. Uang itu diserahkan secara sembunyi-sembunyi lewat kolong meja. Mereka berusaha agar tak seorangpun mengetahui kelakuan mereka. Mereka adalah pencuri. Menjarah uang masyarakat banyak untuk kepentingan diri sendiri.

Bayangkan dirimu adalah mata seorang anak manusia, pekerjaanmu setiap hari adalah melihat hutan dan pegunungan, mengintip suasana pedesaan yang asri dan tertinggal, melawat kota yang megah, bergelimpang harta, hancur dan kumuh. Melirik lautan dengan segala pesona yang ditimbulkan oleh karena lautan dan ombak itu sendiri atau juga karena pesona dan aura positif maupun negatif manusia yang sedang berada di pantai. Melihat bintang dan rembulan di malam hari.

Menatap mentari di terik siang dan awan gemawan. Melihat manusia kaya dan melarat saling mencibir. Melihat semua yang terjadi di depan anda. Sementara anda sendiri tidak akan pernah tahu seberapa lama lagi akan tertutup. Tak mengerti arti dari semua yang terpampang di hadapanmu. Hidup yang entah akan memberikan penglihatan apa. Hidup yang sulit anda mengerti dan bisa memastikan bahwa akhirnya akan menderita atau bahagia. Tapi sungguh, engkau hanya mata. Yang melihat, mengintip, melirik, memandang. Memata-matai. Mata manusia. *

Naikolan, 24 Mei 2012

*) Djho Izmail lahir di Ende-NTT, 15 Maret 1988. Kini bermukim di Kupang sambil bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora NTT. Ikut mengelola Jurnal Sastra Santarang yang diterbitkan komunitasnya.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved