• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Pos Kupang

Solidaritas Masyarakat NTT Peduli SBD Tolak Hasil Pilkada SBD

Sabtu, 21 September 2013 22:20 WITA
Solidaritas Masyarakat NTT Peduli SBD Tolak Hasil Pilkada SBD
POS KUPANG/EDY BAU
Aliansi Rakyat NTT Peduli SBD saat berdemo di depan gedung DPRD NTT, Jumat (20/9/2013). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Aloysius Malo Ladi, Koordinator Kelompok Solidaritas Masyarakat NTT Peduli SBD, mengatakan, sebagai anak muda Sumba mereka menemukan ada ketidakadilan dalam pemilukada di SBD. Karena itu, dalam pernyataan sikap mereka kepada Gubernur NTT sejumlah poin penting mereka sampaikan.

Di antaranya menolak hasil pleno PPK Wewewa Tengah dan PPK Wewewa Barat pada 8 Agustus 2013, serta menolak penggelembungan suara di luar pleno yang dilakukan di dua tempat tersebut.

Mereka juga menolak keputusan KPUD SBD pada 10 Agustus 2013 sekaligus minta DKPP untuk membekukan komisioner KPUD SBD. Mereka menolak keputusan MK pada 29 Agustus 2013 lalu karena dinilai cacat hukum dan tidak mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Menolak penetapan kemenangan pasangan calon nomor urut 3, Markus Dairo Talo-Dara Tanggu Kaha (MDT) dalam pemilukada SBD.

Salah satu orator, Suban Pulo  mengatakan, kasus di SBD bukanlah menjadi masalah masyarakat SBD semata, tetapi masalah masyarakat NTT, bahkan masalah nasional.  Karena itu, mereka mendesak gubernur tidak melantik pemimpin yang tidak mendapat legitimasi penuh dari rakyat dan kepada pihak kepolisian agar segera menyelidiki dan mencari tahu aktor intelektual di balik konflik SBD.

Aksi damai ini berawal di Kantor KPU Propinsi NTT sekitar pukul 10.00 Wita. Perwakilan massa hanya menemui Kabag  Keuangan, Umum dan Logistik Sekretariat KPU Propinsi NTT, Mulyadi.

Kepada perwakilan massa, Mulyadi menjelaskan, lima orang anggota KPU NTT tidak berada di tempat karena sedang bertugas. Dia memastikan KPU NTT akan menyikapi rekomendasi kelompok tersebut sesuai ketentuan dan kewenangan mereka.

Setelah dari kantor KPU NTT, massa bergerak ke Kantor Gubernur NTT di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Naikolan. Setelah bertemu gubernur, mereka melanjutkan aksi di gedung DPRD  NTT. Mereka tidak berhasil menemui satupun anggota Dewan, termasuk yang berasal dari daerah pemilihan Sumba. Setelah berorasi beberapa saat, massa pun membubarkan diri.

Mereka membawa beberapa poster bertuliskan, Tolak Keputusan MK tanggal 28 Agustus 2013 tentang sengketa Pilkada SBD, Penjarakan aktor di balik kecurangan pilkada SBD, Selamatkan SBD dari tindakan provokasi yang dilakukan MDT-DT dan Keputusan MK Bunuh Rakyat SBD. (roy)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas