Kamis, 27 November 2014
Pos Kupang

Malaria Salah satu Ancaman di NTT

Selasa, 3 September 2013 19:30 WITA

Malaria Salah satu Ancaman di NTT
Net
Nyamuk penyebar penyakit malaria

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Secara nasional, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah dengan angka kesakitan malaria yang tergolong tinggi. Kondisi ini terjadi hampir di semua kabupaten/kota di NTT dan terkategori endemis.

Hal ini disampaikan, Dr. Pius Weraman, SKM, M.Kes dalam orasi ilmiahnya yang disampaikan pada Rapat Senat Terbulka Luar Biasa, Dies Natalies ke-51 dan wisuda magister dan sarjana Undana, Senin (2/9/2013).

Acara Dies Natalies ini merupakan yang terakhir kepemimpinan Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App yang dihadiri para anggota Senat Undana,  Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnoni, M.Si, Bupati Ngada, Marianus Sae, pimpinan TNI dan Polri, orang tua mahasiswa dan undangan lainnya.

Orasi ilmiah Weraman ini berjudul Indeks Klinis epidemiologis Penemuan Dini Kasus Malaria bagi Kader Kesehatan di wilayah Kepulauan NTT.

Menurut Weraman, angka kesakitan malaria di NTT selalu befluktuasi dan tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan kasus penyakit malaria di tahun-tahun mendatang apabila tidak ada upaya optimal dalam penanggulannya.

Dan Dinas Kesehatan (dinkes)  NTT tahun 2010 melaporkan bahwa surveilans dilakukan masih sebatas pada laporan rutin yang dilakukan pada beberapa kabupaten/kota yang umumnya belum sesuai dengan konsep sistem surveilans epedemiologi yang berlangsung.

"Suvelinas yang dilakukan masih sebatas pengumpulan data oleh petugas di puskesmas, rumah sakit dan dinkes. Pengumpulan data pun jarang melibatkan masyarakat. Padahal sesuai riset kesehatan daerah 2010 bahwa angka kasus baru di NTT termasuk tinggi setelah Papua yaitu 117,5 persen," kata Weraman.

Dijelaskan, penyakit ini ditularkan melalui gigitannyamuk Anopheles, Sp yang terinfeksi dan sesuai hasil penelitian yang berhubungan dengan gejala dan tanda klinis penyakit malaria di[eroleh gejala yang paling dominan adalah, nafsu makan berkurang, sakit kepala , berkeringan, mulut pahit, sakit otot, mual/muntah, sakit pinggang, nyeri punggung, nyeri persendian, nyeri tengkuk, wajah pucat, anemia dan beberapa gejala minor lainnya.*

Penulis: oby_lewanmeru
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas