• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Pos Kupang

Sekretaris RT Cabuli Melati

Rabu, 21 Agustus 2013 08:48 WITA
Sekretaris RT Cabuli Melati
POS KUPANG/NOVEMY LEO
KONSULTASI -- Orangtua dan keluarga Melati, korban pencabulan (membelakangi lensa), berkonsultasi di Sekretariat LBH Apik NTT, Senin (12/8/2013).

POS-KUPANG.COM KUPANG, PK --- Kristofel Saudale (48), sekretaris RT 27 di Kecamatan Oebobo harus masuk bui alias disel lantaran diduga mencabuli Melati (bukan nama sebenarnya), seorang anak yang berumur di bawah lima tahun (balita).

Meski sudah disel, namun lelaki yang sudah ditinggal pergi istrinya itu mengelak melakukan perbuatan cabul itu.

Kasus ini kini tengah ditangani penyidik Polresta Kupang.Korban dalam dampingan pihak Rumah Perempuan dan LBH Apik NTT. Ditemui di kantor LBH Apik NTT, Senin (12/8/2013) sore, Melati dan ibunya, Maria (bukan nama sebenarnya) serta keluarganya, Ani, tengah berkonsultasi dengan pengacara LBH Apik NTT, Ester Dhay, SH.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua LBH Apik NTT, Ansi Damaris Rihi Dara, SH dan Ketua Lembaga Perindungan Anak (PLP) NTT, Veronika Ata, SH, MH.

Maria mengatakan, kejadian itu terjadi Kamis (6/6/2013) saat dia bersama suami dan dua anaknya, Alan dan Melati mengujungi rumah mertuanya di Kecamatan Oebobo. Sampai disana, Maria kemudian keluar sebentar dan menitipkan kedua anaknya,

"Sudah biasa Melati dan Alan bermain di rumah neneknya dan saya percaya lingkungan di sana cukup baik sehingga saya tidak kuatir," kata Maria.

Menjelang malam, Maria bersama anaknya pulang ke rumah mereka. Keesokan harinya, Jumat (7/8/2013) pagi, setelah buang air kecil dan dicebok oleh pembantu, Melati menangis histeris. Saat itulah Maria bertanya kepada Melati dan mengetahui ada tindakan percabulan yang dialami oleh Melati yang dilakukan oleh To'o Kristofel, tetangga mertuanya itu kemarin sore.

"Kami sudah menganggap Kristofel itu keluarga sehingga biasa kami panggil dia dengan sebutan to'o. Saya marah, kecewa kenapa tTo'o tega berbuat itu kepada anak kami. Saya mengampuni perbuatannya tapi hukum harus ditegakkan. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di depan hukum manusia dan akhirnya juga akan menerima hukuman dari Tuhan," kata Maria yang adalah seorang pendeta itu.

Maria kemudian melaporkan kejadian itu kepada suami dan keluarga, lalu Melati dibawa ke RSB untuk divisum. Hasilnya, ada luka robek di dalam alat vital Melati yang diduga terjadi akibat percabulan.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polda NTT dan Kristofel langsung ditangkap dan ditahan hingga saat ini. Maria mengatakan, hingga saat ini Kristofel tidak mengakui perbuataannya.

Tetapi sejumlah aparat pemerintah di Kecamatan Oebobo setempat pernah mendatangi rumah mertuanya menawarkan agar kejadian itu diselesaikan secara kekeluargaan saja. Namun mertua Maria meminta aparat tersebut langsung menghubungi Maria.

"Kata aparat pemerintah, orang curi motor saja bisa damai, orang berkelahi saja bisa damai masa kejadian ini tidak bisa diurus damai. Begitu kata mereka kepada mertua saya. Apa pernyataan itu bijaksana, bagaimana kalau kejadian itu menimpa keluarga mereka. Saya dan suami sudah sepakat akan menyelesaikan persoalan ini kepada hukum biarkan hukum yang menentukan," kata Maria. 

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
114172 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas