Sabtu, 7 Maret 2015

Sekretaris RT Cabuli Melati

Rabu, 21 Agustus 2013 08:48 WITA

Sekretaris RT Cabuli Melati
POS KUPANG/NOVEMY LEO
KONSULTASI -- Orangtua dan keluarga Melati, korban pencabulan (membelakangi lensa), berkonsultasi di Sekretariat LBH Apik NTT, Senin (12/8/2013).

POS-KUPANG.COM KUPANG, PK --- Kristofel Saudale (48), sekretaris RT 27 di Kecamatan Oebobo harus masuk bui alias disel lantaran diduga mencabuli Melati (bukan nama sebenarnya), seorang anak yang berumur di bawah lima tahun (balita).

Meski sudah disel, namun lelaki yang sudah ditinggal pergi istrinya itu mengelak melakukan perbuatan cabul itu.

Kasus ini kini tengah ditangani penyidik Polresta Kupang.Korban dalam dampingan pihak Rumah Perempuan dan LBH Apik NTT. Ditemui di kantor LBH Apik NTT, Senin (12/8/2013) sore, Melati dan ibunya, Maria (bukan nama sebenarnya) serta keluarganya, Ani, tengah berkonsultasi dengan pengacara LBH Apik NTT, Ester Dhay, SH.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua LBH Apik NTT, Ansi Damaris Rihi Dara, SH dan Ketua Lembaga Perindungan Anak (PLP) NTT, Veronika Ata, SH, MH.

Maria mengatakan, kejadian itu terjadi Kamis (6/6/2013) saat dia bersama suami dan dua anaknya, Alan dan Melati mengujungi rumah mertuanya di Kecamatan Oebobo. Sampai disana, Maria kemudian keluar sebentar dan menitipkan kedua anaknya,

"Sudah biasa Melati dan Alan bermain di rumah neneknya dan saya percaya lingkungan di sana cukup baik sehingga saya tidak kuatir," kata Maria.

Menjelang malam, Maria bersama anaknya pulang ke rumah mereka. Keesokan harinya, Jumat (7/8/2013) pagi, setelah buang air kecil dan dicebok oleh pembantu, Melati menangis histeris. Saat itulah Maria bertanya kepada Melati dan mengetahui ada tindakan percabulan yang dialami oleh Melati yang dilakukan oleh To'o Kristofel, tetangga mertuanya itu kemarin sore.

Halaman12
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas