Ketika Cinta Menuntut Satu Kata

HARI masih buta. Hembusan udara pagi dari rahim alam yang masih bening terasa begitu lembab. Hari yang teramat putih

Ketika Cinta Menuntut Satu Kata
Net
Ilustrasi

                    ***
Aku terjaga ketika sahutan sang jago mulai membentuk irama yang serasi dari balik puncak pepohonan buah. Kudapati keping-keping kegelapan mulai berangsuran pecah meski kabut masih berdaulat. Menyelimuti bumi dengan mantelnya yang teramat tebal sehingga membuat hari nampak murung. Ada rasa cemas mulai berkecamuk di dada. Bukan karna menjumpai pagi yang tidak seperti kemarin. Bukan juga tentang nasib para petani ataupun tentang misteri hidup yang masih dan akan terus misteri.

Wajah sang dara yang masih mengakrabi jiwakulah justru yang menggantikan semuanya. Ia menampakan diri bagaikan sebidang tanah tergarap yang menuntutku tuk menaburinya benih. Aku enggan karena ada yakin di dada yang menegurku kalau aku belum cukup usia lagian musim tabur pun belum tiba. Ah..bukankah cinta adalah sesuatu yang selalu berada di luar ruang dan waktu serta semua alasan. Cinta tak memiliki alasan karna ia tidak beralasan. Love is love. Cinta adalah cinta dan ia adalah dirinya.

Cinta selalu soal hati bukan logika. Protes batinku. Bayangan keseluruhan dirinya dengan seberkas senyum yang darinya hati ini jatuh cinta  semakin nyata. Namun, rasa enggan pun masih saja bertahan dengan alasan usia di antara kami yang belum cukup. Kali ini hati nurani lebih mempertontonkan kebijaksanaanya.

Iya hati nurani selalu lebih bijak apalagi di saat pelik. Haruskah aku segera membungkam dan memenjarakan cinta yang tak bersalah karena kodratnya yang hanya mau mencintai dan itu sudah cukup baginya? Aku membatin. Hasrat di dada tuk segera mencumbui sepotong bayang yang begitu memikat kian berkecamuk.

"Cinta akan selalu memiliki keberanian untuk mengatakan dirinya. Bahkan sesekali ia akan memaksa suara tuk mengatakannya dengan satu kata yang mewakili keseluruhan dirinya." Sederet ucap dari bibirnya ketika aku mangatkan keraguanku di dalam membina cinta di antara kami terbangunkan dari alam bawa sadarku.

Lagi-lagi keyakinan kupunyai dengan begitu kuat di dada. Nokia kecilku kugenggami erat, lalu kujamah seluruh raganya lalu kubentuk satu ucap yang mewakili keseluruhan cinta di dada. Tak ada kata yang lebih sempurna tuk mewakili cinta ketika cinta menuntut satu kata kecuali cinta. Karena ketika cinta berkata ia selalu mengatakan dirinya. Sebagaimana halnya menabur benih jagung tuk menuai jagung, juga pagi demi panenan padi demikian pun cinta. Ketika ia berkata ia akan mengatakan cinta yang serentak menjadi benih juga hasil panenan. *

Sepotong Rindu buat Y Irmigardies di Kota Sari.            Bukit Safary, Juni 2013

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved