Cinta yang Terlarang

ENTAH kenapa setiap kali aku bertemu dengan Dosen mata kuliah Bahasa Inggris yang cantik dan imut ada rasa

Kebetulan itu yang kumau maka kamipun akhirnya berjalan beriringan menuju ketempat kost bu Mona.Sesampainya ditempat kostnya akupun dipersilahkan masuk dan menunggu diruang tamu, sesaat kemudian bu Mona sudah membawakan air putih dingin ditaruh dimeja tamu, tanpa basa basi aku langsung permisi untuk minum karena haus sudah tidak tertahankan dan akupun minta lagi air dinginnya.Sambil senyum-senyum bu Mona membawa satu botol air putih dingin dari kulkasnya. Selanjutnya kamipun ngobrol saling bercerita tentang asal daerahnya dan keluarga masing-masing.Ternyata bu Mona berasal dari Rote sama dengan asal orang tuaku juga dari Rote.Akupun pamit pulang setalah cukup akrab obrolan yang sangat menyenangkan hatiku, maka aku pulang dengan hati berbunga-bunga.
                                             ***
Hari-hari terus berganti sang waktu terus bergulir tak terasa hubunganku dengan bu Mona semakin akrab ,karena aku sering main ketempat kostnya dan kami sering jalan-jalan meski hanya untuk makan bakso, makan jagung bakar atau kadang makan malam di Pasar Malam. Keakraban kami membuat teman-temanku iri begitu juga dosen yang melihat kami sering berdua saja dimobilku pulang dari kampus karena bu Mona tidak bawa motor sebab cuaca hujan maka dia minta dijemput berangkatnya ataupun pulangnya minta barengan.

Seperti hari ini dari pagi sampai sore hujan tidak berhenti maka aku jemput bu Mona untuk sama-sama ke campus dan pulang bareng." Makan dulu ya sayang, aku laper nih !" kataku setelah ada didalam mobil melaju hendak pulang " Huz, sayang-sayang, emang siapa lo? " jawab bu Mona sambil senyum-senyum menantapku sedikit meledek. "  Emang gak boleh aku memanggilmu sayang? " selaku kemudian. " Jangan ah, kita gak pantas berhubungan lebih dari sekedar keluarga bukan percintaan " jelasnya sedikit mimik serius.

" Tapi aku mencintaimu "entah apa yang mendorong aku berkata begitu dahyatnya dan membuat bu Mona tersentak kaget. " Aku tidak bisa memungkiri juga bahwa aku juga menyayangimu tapi rasa sayangku sebatas kasih sayang ibu pada anaknya " katanya sesat kemudian bu Mona menjelaskan tentang hubungan ini." Apa? Kasih sayang ibu anak? " akupun  tidak terima perkataannya begitu. " Iya, mengingat umurku saat ini sudah 34 tahun dan kamu baru 21 tahun " jelasnya. " Aku gak perduli perbedaan umur antara kita, yang pasti aku mau menikahimu ! " kataku dengan mimik serius." Itu tidak mungkin kita lakukan, meski aku juga sayang sama kamu " jelasnya kembali. " Apa yang tidak mungkin? Semuanya serba mungkin jika kita niat untuk memungkinkanya " selaku terus memaksanya dan aku menghentikan mobil dipinggir jalan agak remang dan dengan penuh nafsu aku langsung merangkulnya dan mencium bibirnya. " Plaaakk " sebuah tamparan keras mendarat dipipiku dilakukan oleh bu Mona marah atas perlakuanku  tadi dan diapun langsung turun dari mobilku kabur. Akupun turun mengejarnya namun dia lebih cepat naik bemo pergi meninggalkanku yang merasa berdosa atas apa yg kulakukan barusan. Akupun masuk kembali kedalam mobil terus merenung, seperti ada sesuatu rasa lain yang menyelimuti hatiku yang membuatku menangis penuh penyesalan dan aku langsung pulang merebahkan badan dikamar.

                                              ***
Semenjak peristiwa malam itu maka bu Mona sudah tidak mau lagi bertemu denganku, beberapa kali kucoba ketempat kostnya tetap tidak mau membuka pintunya. Di campuspun aku sulit menemukanya dan dia juga tidak lagi mengajar di kelasku lagi, sudah digantikan dosen lain. Aku coba beberapa kali telpon di Hp- nya dan kirim SMS tetap tiada balasan Akhirnya aku tulis di BBM yang ku kirimkan kepadanya: "Ibu Mona yang baik hati, Ijinkalah aku mempersembahkan kata maaf atas kesalahan yang telah aku perbuat.Sebagai manusia biasa aku khilaf dan sungguh aku tak mampu mencegah rasa cintaku yang begitu tulus dari seorang yang selama ini haus kasih sayang .Meski aku bisa membeli apapun karena aku diberikan kelebihan uang dari orang tuaku tapi bagiku kasih sayang itu sangat mahal sehingga akupun tak mampu membelinya. Benar aku hidup bergelimang harta namun sangat sepi kasih sayang sebab orang tuaku terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing.Sehingga ketika aku bertemu dengan ibu Mona, serasa ada sebuah cayaha terang yang menggairahkan hidupku yang selama ini kering kerontang ibarat aku menemukan oase dipadang gersangku setelah ketemu ibu Mona.

Sungguh beri aku kesempatan untuk melebur kesalahanku dan jangan tinggalkan aku dalam keadaan begini....aku lebih baik mati saja.Sungguh aku rela mati di tengah harapan kosong tak tersentuh belaian asta Maha Indah...Bagiku keindahan itu tiada hanya keindahan yang dilukiskan oleh kedua orang tuaku dengan kanvas semu yang hanya fatamorgana menghiasi permukaan saja. Hampa rasanya tanpa cinta seperti hidup tanpa cahaya aku berjalan dalam kegelapan......Kematian adalah harapan untuk menghabisi waktu yang terlalu lama dalam kekosongan hati tanpa cinta....Kematianku menunggu kepastianmu itulah takdirku....Dari yang tak mampu menghindar dari rasa sayang itu ada, Alan.

Sampai tiga hari tidak ada balasan juga , sehingga membuatku semakin frustasi dan kukirim BBM lagi : "Hari ini adalah hari terakhir kunikmati sinar matahari karena besok aku ingin menikmati keteduhan yang gelap gulita di mana sinar matahari tidak mampu menembusnya.....kurebahkan jiwa ragaku dalam tenang tuk kembalikan kepada pemilikNya. Semoga jiwaku tenang dalam keabadian....".
Tak disangka BBM kali ini dibalasnya : "Alan yang kusayang, sungguh jangan kau siksa aku dengan kata-katamu itu.Aku sudah cukup tersiksa memendam rasa ini menjangkiti hati dan pikiranku.Engkau terlahir dari rahim seorang wanita yang tak rela melahirkanmu, sebab penanaman benih itu dipaksakan oleh seorang lelaki yang telah merenggut masa depan dengan paksa.Aku sudah tersiksa sekian lama kini terluka kembali....Begitu sulitnya aku melupakan masa lalu sehingga sampai seumur ini aku menutup diri untuk tidak menjalin cinta dengan lelaki, sebab aku adalah wanita kotor yang telah ternoda...Namun sungguh semenjak mengenalmu aku seperti menemukan  sesuatu yang telah hilang meski kehilangan saat itu tidak kurasakan karena justru aku ingin  menghilangkannya... ..tapi aku tidak bisa memungkiri naluri seorang ibu...Agar kamu tahu Alan, bahwa aku baru tahu siapa dirimu setelah kamu mengajak aku kerumahmu dalam rangka acara ulang tahun Papamu yang dihadiri banyak pejabat dan pengusaha karena Papamu memang orang terpandang di Kota ini.Kamu tahu saat itu aku memintamu segera mengantar aku pulang dengan alasan aku sakit kepala? Itu semua aku lakukan karena aku tidak tahan melihat papamu .Jadi tetap tegarlah anakku sebab hidup ini sempit bila kita menyempitkanya, jangan kau sakiti lagi aku jika kamu mengerti keadaanku.....dari yang menyayangimu,Mona ibumu.".

Ada sesuatu yang aneh tulisanya, apa maksudnya dengan menyebut ibuku ? Aneh ? Bu Mona mengatakan ibuku, aku semakin gak ngerti atau jangan-jangan bu Mona menyimpan suatu rahasia selama ini, maka akupun semakin ingin tahu. Maka segera aku meluncur ke tempat kostnya demi sebuah kejelasan apa maksud kata-katanya itu, yang sungguh tak ku mengerti. Sesampainya di tempat bu Mona aku lengsung gedor pintunya dan dibukakan, namun sungguh membuatku terperanjat ketika bu Mona langsung memelukku menangis keras sambil menyebut "anakku ", Sungguh aku tambah bingung dibuatnya .Sesaat kemudian dia mengajaku untuk duduk diruang tamu lalu menceriterakan tentang siapa dirinya dan siapa aku sebenarnya. Menurutnya aku adalah anaknya yang dilahirkan sewaktu dia masih duduk di SMP yang hamil karena diperkosa oleh Papaku yang sekarang ini. Peristiwa itu terjadi dikala dia dengan ibunya tinggal di rumah papaku karena ibunya menjadi pembantu. Setelah melahirkan anak lelaki lalu diambil oleh Papa dan Mamaku, anak lelaki itu adalah aku. Setelah itu bu Mona dan ibunya diberi modal untuk hidup sendiri di kota lain. Seperti disambar petir di siang bolong aku beranjak langsung keluar dari rumah bu Mona yang ternyata ibuku berarti selama ini aku telah menumbuhkan cinta yang terlarang dan kutancap gas mobilku dengan sangat kencang dijalanan sebab darahku mendidik tak karuan entah siapa yang harus kusalahkan sehingga membuat pandanganku gelap gulita dan sesaat kemudian terjadilah tabrakan " braaakkkk..".

Prasasti Bumi Flobamora, Mei 2013

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help