• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Pos Kupang

Kepsek Dihimbau Tidak Beli Buku Porno

Selasa, 16 Juli 2013 20:18 WITA
Kepsek Dihimbau Tidak Beli Buku Porno
Net
Buku Pelajaran berbau porno 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD/MI Kota Kupang, Ismael Paulus Non, S.Pd mengimbau para kepala sekolah (kepsek) SD/MI di Kota Kupang menyeleksi buku paket mata pelajaran di sekolah masing-masing.

Tujuannya untuk mencegah pembelian buku-buku mata pelajaran yang mengandung unsur pornografi seperti  buku Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana, Bogor. Jika buku ini telah beredar di Kota Kupang, semua kepsek tidak boleh membelinya karena 'mengganggu' anak saat belajar.

"Buku cetak atau buku pelajaran Bahasa Indonesia  untuk SD yang kami gunakan selama ini di Kota Kupang hanya Penerbit Erlangga.  MKKS terus memantau dan meminta para kepala sekolah menyeleksi buku panduan yang hendak digunakan," imbau Ismael.
Ia mengatakan, semua Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang selama ini menggunakan buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Penerbit Erlangga. Sedangkan buku penerbit lain hanya sebagai pelengkap dan tidak diwajibkan.

Ismael dikonfirmasi Senin (15/7/2013), mengenai kasus buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas VI SD yang berbau pornografi. Buku ini sempat beredar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Ismael menjelaskan, penggunaan buku mata pelajaran biasanya dari sekolah dan para kepala sekolah berperan dalam pengadaan buku tersebut.  

Untuk SD di Kota Kupang, demikian Ismael, semua sekolah menggunakan satu penerbit. Meski begitu tidak menutup kemungkinan ada buku dari penerbit lain yang digunakan untuk menambah referensi atau pelengkap. "Penggunaan buku mata pelajaran ini biasanya melalui SK Mendikbud sehingga tidak ada  sekolah yang menggunakan buku penerbit lain," katanya.

Ismael menegaskan,  "Kalau buku porno itu sudah ada, kami berharap segera ditarik dan dikembalikan atau dimusnahkan karena akan 'mengganggu' anak saat belajar nanti," tandasnya. Ismael yang juga Kepala SDI Liliba mengatakan, di sekolahnya menggunakan buku mata pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Erlangga. "Kami  pakai buku penerbit Erlangga. Munculnya kasus buku berbau pornografi di Bogor itu kami selalu  waspada. Kami juga akan meneliti dan menyeleksi penggunaan buku cetak tersebut," katanya.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oebobo 2, SDI Oepoi dan SDI Oetete 3 tidak menggunakan buku paket Bahasa Indonesia terbitan Graphia Buana. Mereka menggunakan buku terbitan Erlangga.

Demikian Kepala SDN Oebobo 2, Maria  GT Djoka;  Kepala SDI Oepoi, Danial Amtiran, A.MA; dan Kepala SDI Oetete 3, Sarmalina Subnafeo ditemui terpisah, Senin (15/7/2013)   "Kami tidak pakai buku terbitan Graphia Buana. Kami menggunakan buku paket terbitan Erlangga karena masuk dalam pusat kurikulum dan perbukuan nasional," kata Amtiran.

Ia mengaku belum tahu mengenai buku Bahasa Indonesia yang berbau ponografi. "Saya belum dapat informasi mengenai hal ini dan saya juga tidak tahu buku tersebut. Kami tidak menggunakan buku terbitan lain, kecuali Erlangga sehingga kami tidak khawatir," ujarnya.

Amtiran mengatakan, ada juga buku terbitan lain seperti Tiga Serangkai, namun hanya sebagai referensi. Dengan alasan  menggunakan lebih dari satu referensi sangat baik untuk memperkaya ilmu.

Amtiran mengakui, pernah diundang oleh kementerian pendidikan untuk revisi buku PKN karena ada kesalahan tulisan Pancasila di dalam buku tersebut.

Sementara Maria Djoka menyampaikan, sekolahnya menggunakan buku terbitan Erlangga dan Grasindo. Hal senada disampaikan Sarmalina. Ia mengatakan, sekolahnya tidak menggunakann buku terbitan CV Graphia Buana, Bogor. Sampai saat ini, lanjutnya, sekolahnya belum mengadakan buku-buku pegangan karena akan berganti kurikulum.  

"Kami belum melakukan pengadaan buku-buku karena akan ada pergantian kurikulum. Tetapi hal ini sebagai informasi bagi kami. Kami belum mendapatkan edaran mengenai larangan menggunakan buku tersebut." ujarnya.
                                                  
Tolak
Kepala Sekolah (Kepsek) SDK Don Bosco I, Petrus Lelo, S.Pd; Kepsek SDK Don Bosco II, Emiliana Hoar, S.Pd; Kepsek SDK Don Bosco III, Yuventa Li, S.Pd dan Kepsek SDK Don Bosco IV, Maria G. Fernandez, S.Pd, yang ditemui secara terpisah, Senin (15/7/2013) mengatakan,  sangat menyayangkan beredarnya buku paket Bahasa Indonesia berbau pornografi.

Mereka menolak buku suplemen dan buku pelajaran yang berbau pornografi untuk disuguhkan bagi murid sekolah dasar (SD). Hal- hal yang bersifat demikian tidak layak diterapkan karena tidak sesuai kebutuhan serta tidak berkarakter. Setiap produk seperti itu harus  dilarang beredar demi masa depan generasi muda bangsa.

Empat kepsek di lingkungan sekolah itu  mengatakan, buku paket dan suplemen bagi anak usia sekolah dasar harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kebutuhan anak- anak usia SD saat ini adalah sistem pendidikan yang berkarakter positif.

Setiap buku yang hendak disuguhkan bagi anak SD harus dipertimbangkan dari aspek norma, nilai dan aturan. Hal ini demi menciptakan dan membentuk masa depan generasi muda yang baik.

"Anak-anak kita mau dibawa ke mana kalau buku pelajarannya ada yang berbau pornografi?" tanya Kepsek SDK Don Bosco I, Petrus Lelo, S.Pd.
Hal senada dikatakan oleh tiga kepsek lainnya. Mereka akan mengimbau orangtua murid di sekolah masing-masing untuk mengindari buku paket Bahasa Indonesia yang berbau pornografi.

Buku terbitan CV Graphia Buana di Bogor pada Maret 2013, lalu dengan  judul Aku Senang Bahasa Indonesia, yang  disusun oleh Ade Khusnul dan M Nur Arifin, tidak akan dibiarkan merusak karakter anak-anak di sekolah. "Sekarang ini kita menekankan pada sistem pendidikan yang berkarakter dan berbudaya. Apa jadinya kalau kita sedang berupaya untuk membentuk karakter anak-anak, lalu disuguhi jenis buku yang berbau pornografi? Jikalau ada jenis buku seperti itu, pasti kami tolak," tandas Kepsek SDK Don Bosco IV, Maria G Fernandez, S.Pd.  (yel/ira/jet)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
110512 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas