Minggu, 2 Agustus 2015

Kepsek Dihimbau Tidak Beli Buku Porno

Selasa, 16 Juli 2013 20:18

Kepsek Dihimbau Tidak Beli Buku Porno
Net
Buku Pelajaran berbau porno 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD/MI Kota Kupang, Ismael Paulus Non, S.Pd mengimbau para kepala sekolah (kepsek) SD/MI di Kota Kupang menyeleksi buku paket mata pelajaran di sekolah masing-masing.

Tujuannya untuk mencegah pembelian buku-buku mata pelajaran yang mengandung unsur pornografi seperti  buku Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana, Bogor. Jika buku ini telah beredar di Kota Kupang, semua kepsek tidak boleh membelinya karena 'mengganggu' anak saat belajar.

"Buku cetak atau buku pelajaran Bahasa Indonesia  untuk SD yang kami gunakan selama ini di Kota Kupang hanya Penerbit Erlangga.  MKKS terus memantau dan meminta para kepala sekolah menyeleksi buku panduan yang hendak digunakan," imbau Ismael.
Ia mengatakan, semua Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang selama ini menggunakan buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Penerbit Erlangga. Sedangkan buku penerbit lain hanya sebagai pelengkap dan tidak diwajibkan.

Ismael dikonfirmasi Senin (15/7/2013), mengenai kasus buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas VI SD yang berbau pornografi. Buku ini sempat beredar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Ismael menjelaskan, penggunaan buku mata pelajaran biasanya dari sekolah dan para kepala sekolah berperan dalam pengadaan buku tersebut.  

Untuk SD di Kota Kupang, demikian Ismael, semua sekolah menggunakan satu penerbit. Meski begitu tidak menutup kemungkinan ada buku dari penerbit lain yang digunakan untuk menambah referensi atau pelengkap. "Penggunaan buku mata pelajaran ini biasanya melalui SK Mendikbud sehingga tidak ada  sekolah yang menggunakan buku penerbit lain," katanya.

Ismael menegaskan,  "Kalau buku porno itu sudah ada, kami berharap segera ditarik dan dikembalikan atau dimusnahkan karena akan 'mengganggu' anak saat belajar nanti," tandasnya. Ismael yang juga Kepala SDI Liliba mengatakan, di sekolahnya menggunakan buku mata pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Erlangga. "Kami  pakai buku penerbit Erlangga. Munculnya kasus buku berbau pornografi di Bogor itu kami selalu  waspada. Kami juga akan meneliti dan menyeleksi penggunaan buku cetak tersebut," katanya.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oebobo 2, SDI Oepoi dan SDI Oetete 3 tidak menggunakan buku paket Bahasa Indonesia terbitan Graphia Buana. Mereka menggunakan buku terbitan Erlangga.

Halaman123
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas