• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Pos Kupang

Zainudin Galo Dikubur Tanpa Tangan dan Kaki

Rabu, 3 Juli 2013 21:58 WITA

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarifah Sifah

POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Situasi di wilayah konflik Adobala dan Redon Tena, Kecamatan Kelubagolit,  Kabupaten Flores Timur (Flotim), pasca pemenggalan kepala seorang lelaki, warga Redon Tena, masih panas. Situasi ini terasa ketika warga Desa Redon Tena menguburkan korban mutilasi yang teridentifikasi bernama  Zainudin Galo Mitan (67), Selasa (2/7/2013).

Zainudin dikuburkan tanpa telapak kaki dan telapak tangan. Diduga Zainudin dibunuh akibat sengketa tanah yang berkepanjangan antara warga tetangga Desa Adobala dan Redon Tena sejak tahun 1980-an yang menelan korban dua warga Desa Adobala.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proses penguburan korban berjalan dalam situasi panas. Ribuan warga dari dua desa bersengketa berjaga-jaga di wilayah masing-masing. Namun tidak terjadi kontak senjata.  Bupati dan rombongan belum bisa masuk ke wilayah konflik, bahkan tidak bisa mengikuti seremoni pemakaman korban.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Flotim, Komisaris Polisi (Kompol) David Joseph, ditemui hari Selasa (2/7/2013) mengatakan, situasi di lokasi konflik masih memanas.

Selain korban warga Redon Tena, dua anggota polisi juga terluka pada bagian kepala dan badan. Namun saat ini, kondisi kedua anggota polisi itu sudah membaik.
Ia mengatakan, Polres Flotim sudah menurunkan enam pleton anggota ke lokasi konflik. Dari enam pleton, dua pleton dari Brimob Maumere, Kabupaten Sikka. Polisi juga meminta bantuan TNI. "Melihat situasi seperti ini, kami meminta bantuan anggota  Polda NTT," katanya.

Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, yang dihubungi, Selasa (2/7/2013) siang, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Flotim telah menetapkan kasus Adobala versus Redon Tena masuk bencana sosial.  "Saat ini pihak keamanan bersama pemerintah tengah meredam situasi agar tidak meluas. Bantuan logistik untuk warga juga tengah disiapkan," kata Yosni.

Yosni mengatakan, ia bersama Kapolres, Dandim 1624 Flotim, DPRD sedang berada di Waiwerang, Ibu kota Kecamatan Adonara Timur untuk meredam konflik.  "Saat ini fokus pemerintah masih pada bantuan kemanusiaan. Setelah situasi mereda, kita akan bahas langkah lanjutan untuk menyelesaikan masalah," katanya.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas