• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Pos Kupang

Sadis, Kepala Pria ini Putus Dipenggal

Selasa, 2 Juli 2013 16:50 WITA
Sadis, Kepala Pria ini Putus Dipenggal
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Syarifa Sifah

POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Sengketa perbatasan antara warga Desa Redon Tena dan Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, kembali bergejolak,  Senin (1/7/2013), sekitar pukul 17.00 Wita. Seorang pria, warga Redon Tena, menjadi korbannya. Kepalanya putus dipenggal.

Usai dipotong, kepala pria yang belum teridentifikasi namanya itu langsung dibawa ke Desa Adobala. Sementara badan korban dibiarkan tergeletak di kebun, wilayah sengketa dua desa itu.
Kapolres Flores Timur (Flotim), AKBP Wahyu Prihatmaka, yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin, tidak mengangkat telepon walaupun terdengar bunyi masuk.

Kepala Desa Redon Tena, Ambros Kopong, yang dihubungi, Senin (1/7/2013) malam, membenarkan peristiwa di wilayah perbatasan dua desa itu. Namun ia enggan berkomentar soal peristiwa yang sebenarnya. "Benar ada peristiwa  itu," kata Ambros singkat.

Anggota DPRD Kabupaten Flotim, Agus Boli, mengatakan, informasi yang dihimpunnya, pada  Senin sore sekitar pukul 17.00 wita, ada dua orang warga Adobala turun ke kebun.

Agus menjelaskan, dua warga Adobala itu hendak memetik bawang, sementara jam yang sama seorang lelaki dari Redon Tena juga turun ke kebun yang sama yang merupakan lokasi konflik untuk memetik kelapa.

Selang beberapa saat, demikian Agus, laki-laki yang naik pohon kelapa itu bersimbah darah. Diduga kaki korban ditembak sehingga korban terjatuh dan kepalanya  dipenggal sampai putus. "Kepalanya dipotong lalu dibawa ke Kampung Adobala," kata Agus.

Menurut dia, kasus perang tanding di Adonara sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena sudah melibatkan beberapa daerah. "Kondisi ini membuat banyak korban dan membutuhkan penanganan luar biasa," tegas Agus.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Flotim untuk menyatakan bahwa peristiwa di Adonara itu sebagai KLB dan pemerintah daerah harus siaga satu dalam menangani kasus ini.

"Saya juga minta bupati dan wakil tidak keluar  daerah dan konsentrasi menyelesaikan masalah ini. Ini sangat berdampak terjadinya konflik. Karena itu pemerintah harus selesaikan secara konperhensif. Saya juga minta pemerintah melakukan rehabilitasi sosial dan bagi sembako karena ekonomi lumpuh. Yang paling merasakan penderitaan adalah kaum ibu dan anak-anak," kata Agus.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
109402 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas