• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Pos Kupang

Mahasiswa Program S2 Undana Mencapai 600 Orang

Senin, 24 Juni 2013 21:27 WITA

Mahasiswa Program S2 Undana Mencapai 600 Orang
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
POS KUPANG/OBY LEWANMERU Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D bersalaman dengan Direktur Program Pasca Sarjana (PPS) Undana, Prof. Dr. Ir. J F. Balle-Therik, M.S saat menyerahkan anakan cendana untuk ditanam di kampus PPS, Sabtu (8/6/2013) lalu. 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Jumlah mahasiswa program pasca sarjana (PPS) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sampai saat ini berjumlah 600 orang lebih. Jumlah ini tersebar pada delapan program studi (prodi).
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D kepada Pos Kupang, Senin (24/6/2013).

Menurut Umbu Datta, sejak berdirinya PPS Undana sudah banyak out put dan saat ini mahasiswa aktif mencapai 600 lebih orang. Mereka itu terbagi pada delapan program studi (prodi) yakni Prodi Ilmu Administrasi, Ilmu Peternakan, Ilmu Lingkungan, Ilmu Hukum, Linguistik, Pendidikan IPS, Bahasa Inggris, dan Prodi  Ilmu Kesehatan Masyarakat.

"Kita juga sudah buka program doktor (S3) yakni  Program  Ilmu Peternakan dan Ilmu Administrasi. Diharapkan dengan adanya program S2 dan S3 di Undana maka kualitas dan spesifikasi pendidikan di NTT bisa meningkat dan bisa setara dengan daerah  lain," kata Umbu Datta.

Dia mengatakan, untuk program S2 yang pertama adalah dari Fakultas Peternakan yaitu ilmu peternakan diikuti dengan FISIP.

"Untuk bidang peternakan merupakan hasil jajakan dari saya sehingga program magister bidang ilmu peternakan di Undana dibuka. Dan ini sebagai sebuah bentuk dukungan terhadap pembangunan peternakan di wilayah NTT," katanya.

Dikatakan, Undana sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di NTT terus memacu pendidikan tinggi di NTT terutama agar tercapainya 10 persen angka partisipasi kasar (APK) Perguruan Tinggi (APK PT) di NTT.

Saat ini, lanjutnya di NTT rata-rata masih 5 persen, untuk wilayah Timor dan Flores 5 persen sedangkan Sumba kurang dari 3 persen. *

Penulis: oby_lewanmeru
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas