Senin, 26 Januari 2015
Pos Kupang

Bupati SBD Siap Beri Keterangan di MK

Jumat, 14 Juni 2013 12:15 WITA

Bupati SBD Siap Beri Keterangan di MK
Pos Kupang/dok
Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete

Kodi Mete mengatakan, ada pihak yang menempatkan rakyat SBD pada posisi yang salah meski masyarakat sudah datang ke TPS dan mencoblos sesuai suara hatinya.

"Mereka tidak menghargai pilihan rakyat. Saya berharap, persoalan ini tidak merembes ke pemilukada bupati yang tidak lama lagi digelar," kata Kodi Mete saat ditemui Rabu (12/6/2013) malam.

Kesiapan serupa disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) SBD dalam menghadapi gugatan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si-Drs. Paul Talo di MK. "Kami siap. Kami sudah siapkan data-datanya. Hari Minggu kami akan berangkat ke Jakarta mengikuti persidangan di MK yang digelar Senin depan," tegas Juru Bicara KPU  SBD, Yakoba  Kaha, saat ditemui Kamis (13/6/2013) siang.

Paket Esthon-Paul menggugat KPU Propinsi NTT. Mereka menolak penetapan pasangan Drs. Frans Lebu Raya-Drs. Beny Litelnoni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih karena terindikasi melakukan kecurangan di tujuh kabupaten, salah satunya Kabupaten SBD, dalam pemilihan putaran kedua lalu.

Dugaan kecurangan di SBD di antaranya penggelembungan suara, pencoblosan dobel serta mobilisasi PNS dan kepala desa untuk memenangkan Paket Frenly.

Sebelumnya, Ketua KPU SBD, Yohanes Bili Kii mengatakan, dalam rapat pleno rekapitulasi hasil suara pilgub diwarnai dengan keberatan saksi dari pasangan Esthon-Paul karena data yang disampaikan beberapa PPK berbeda dengan data formulis C1 yang dimiliki saksi Esthon-Paul. Saksi paket Esthon-Paul menolak menandatangani berita acara.

Ia menyebutkan, saksi Esthon-Paul mengajukan keberatan atas data PPK Kodi Utara karena ada kelebihan suara Paket Frenly sebanyak 75 suara. Saksi meminta PPK merinci, terutama dari Desa Bukambero.

Halaman123
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas