Letda Tendri Ardian Menjadi Guru di Pulau Terdepan

BERTUGAS di pulau terdepan bagi prajurit TNI Angkatan Laut merupakan kepercayaan dari pimpinan yang harus dilaksanakan

Letda  Tendri Ardian Menjadi Guru di Pulau Terdepan
Ist
Letda Tendri Ardian , Komandan Pos Angkatan Laut Sabu

Bertugas di satuan yang berbatasan langsung dengan wilayah negara lain juga dijalani oleh Letnan Dua (Letda) Tendri Ardian yang kini menjabat Komadan Pos Angkatan Laut  (PosAL) Sabu. Tidak mudah berada di medan tugas yang jauh dari keluarga. Namun sebagai seorang prajurit yang bangga dengan pilihan karier di kemiliteran, Tendri menjalankan tugas negara melebihi segalanya.

Dalam perbincangan dengan Pos Kupang, Letda Tendri menceritakan banyak hal mengenai tugas dan upayanya mengatasi rasa kangen dan jenuh berada di Sabu mulai dari menjadi guru PAUD, penyiar radio dan berbagai aktivitas yang membantu langsung masyarakat di Sabu. Untuk diketahui di Sabu Raijua ada dua Pos AL, salah satunya dipimpin oleh Letda Tendri. Berikut perbicangan Pos Kupang dengan Letda Tendri.

Anda menjalankan tugas di pos terdepan yang terletak di daerah terpencil. Apa suka dukanya?

Tentu ini suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri sebagai prajurit TNI AL yang mengemban tugas dari negara untuk menjaga keamanan dan pengamanan di daerah terpencil, terdepan Kabupaten Sabu Raijua. Banyak nilai positif yang saya petik dari daerah ini sehingga merupakan pengalaman yang tidak bisa saya lupa. Di tempat tugas ini, saya dapat langsung berinteraksi dengan semua laporan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, baik melalui kebudayaan, adat-istiadat, alam, baik bahari maupun lainnya. Saya juga jadi tahu  permasalahan di daerah ini baik keamanan, perekonomian, pendidikan, keamanan dan lain- lain  sehingga kami TNI AL dapat memberi masukan bantuan pada pemerintah setempat.

Kalau dukanya?
Sebenarnya lebih banyak sukanya ketimbang dukanya, karena ini juga demi tugas negara. Mungkin buat keluarga, kita yang harus rela dan ikhlas berpisah dengan keluarga. Tapi kembali lagi, ini demi tugas, jadi kita menikmati saja. Anak-anak memang sering protes, kenapa dia tidak seperti teman-temannya yang selalu dekat ayahnya. Tapi kita jelaskan lagi kepada anak-anak dan keluarga.

Masyarakat Sabu Raijua sangat menerima kehadiran TNI AL di wilayah itu. Tugas pokok apa saja yang Anda jalani di Sabu?
Tugas kita banyak sesuai dengan fungsi kita sebagai Angkatan Laut, antara lain melaksanakan tugas TNI AL dalam bidang pertahanan di wilayah kerja Pos TNI AL Sabu. Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut Kabupaten Sabu Raijua sesuai hukum. Membantu semua kegiatan Lanal (Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Rote dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Sebagai perwakilan TNI AL di Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua. Melaksanakan pembinaan Potensi Maritim Indonesia yang merupakan pemberdayaan sumber daya laut dan pesisir pantai serta membantu Pemda setempat.

Membantu Pemda Sabu seperti apa gambarannya?
Itu merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kami (Posal Sabu) membantu Pemda Sabu Raijua baik kegiatan protokol maupun lainnya. Kegiatan lainnya seperti patroli laut rutin, patroli laut gabungan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sabu Raijua dan memberikan bantuan dan penyuluhan terhadap masyarakat nelayan desa binaan TNI AL  (binpotmar/bindesir).

Kabarnya Anda sebagai tentara tapi mengajar anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ya?
Benar. Kita juga ikut membantu dalam bidang pendidikan dengan tulus saya terjun langsung sebagai tenaga pendidik di tiga PAUD yaitu PAUD Edelweis, Desa  Pedero, Kecamatan Hawu Mehara, PAUD Rantai Kasih dan PAUD Ea Ade Sehati Kecamatan Sabu Barat. Mengajar ini kami laksanakan dengan tulus dan ikhlas. Selain mengajar kami juga membantu kebutuhan-kebutuhan anak-anak PAUD ini. Alhamdulillah atas izin Allah SWT anak-anak PAUD sudah tampil di televisi dan siaran di radio.

Apakah anak-anak tidak menjadi takut karena guru mereka laki-laki dan tentara?
Tentunya tidak, malahan mereka sangat senang dengan kita. Mungkin pembawaan kita juga ramah dengan anak-anak sehingga anak-anak senang dan akrab dengan kita, pokoknya semua berjalan lancar, kita senang dan mereka gembira juga.  

Anda seorang TNI, kenapa mau mengajar anak-anak?
TNI memiliki  dua tugas operasi, yaitu Operasi Militer Untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Saya di sini melaksanakan  OMSP yang salah satu tugasnya membantu Pemda setempat, di antaranya saya pilih pendidikan PAUD. Kemudian ini juga panggilan jiwa dan ketulusan hati serta kecintaan pada anak anak usia dini karena saya juga punya anak balita.  Untuk ikut berperan membantu mencerdaskan putra-putri generasi bangsa Indonesia dan Kabupaten Sabu Raijua, karena usia balita adalah usia emas (golden age) untuk memupuk rasa percaya diri, mental kuat, disiplin, berani tampil ke depan, dan punya cita-cita dan semangat untuk mengubah daerah tertinggal ini. Jangan dilihat siapa orang yang mendidik, jangan dilihat profesi orang itu, tapi lihatlah maksud dan cita-cita pendidik untuk terjun secara langsung ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, ini juga dorongan dari anak istri dan dari dinas TNI AL untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat Indonesia.

Apa harapan Anda terhadap anak-anak didik Anda?
Harapan saya ke depan agar anak-anak kami tetap mendapat perhatian pendidikan oleh pemda setempat sampai jenjang yg lebih tinggi, sehingga kelak putra-putri Sabu Raijua banyak yang menjadi pejabat pemerintah pusat maupun daerah dan dapat membangun daerahnya agar maju dan bersaing dengan daerah lain. Motto "Orang Sabu Juga Bisa" dan sesuai visinya kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat.

Bagaimana Anda mengatur waktu agar tidak mengganggu tugas pokok Anda?
Kalau tidak  ada kegiatan di Posal maupun Pemda, pagi saya mengajar di PAUD Rantai Kasih Kecamatan Sabu Barat setiap Senin hingga Kamis. Sorenya mengajar di PAUD Edelweis Desa Pedero, Kecamatan Hawu Mehara. Dan malamnya siaran mengisi program di Radio Musafir Voice 95.6  FM. Hari-hariku untuk masyarakat Sabu Raijua. Saya memang bukan lahir di Sabu, tapi sekarang saya orang Sabu. Makanya saya akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Sabu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help