A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Uskup Weetabula Thabiskan 16 Diakon Katolik - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Pos Kupang

Uskup Weetabula Thabiskan 16 Diakon Katolik

Jumat, 31 Mei 2013 21:11 WITA
Uskup Weetabula Thabiskan 16 Diakon Katolik
POS KUPANG/MAXI MARHO
Upacara tabisan 16 diakon sebagai calon imam Katolik oleh Uskup Mgr. Edmund Woga di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang, Jumat (31/5/2013) siang.
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 16 frater dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang dan Seminari Claretian Matani-Kupang dithabiskan menjadi diakon oleh Uskup Weetabula, Mgr. Edmund Woga.

Dengan penthabisan ini, para diakon akan melalui masa persiapan untuk dithabiskan menjadi imam atau pastor gereja Katolik.

Acara penthabisan 16 diakon ini dilaksanakan di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang, Jumat (31/5/2013) siang, dihadiri puluhan pastor, puluhan frater dan suster serta sekitar 500-an umat Katolik. Umat yang hadir umumnya adalah keluarga para diakon dan umat Katolik dari sekitar Kota Kupang.

Uskup Waetabula, Mgr. Edmund Woga dalam sambutannya pada misa pentabisan 16 diakon tersebut, mengatakan, menjadi seorang imam Katolik itu tidak gampang. Prosesnya panjang dan melalui berbagai tahap mulai dari kehidupan keluarga, dididik di sekolah hingga ke seminari tinggi atau biara.

Oleh karena itu, mewakili Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Uskup Edmund mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, guru di sekolah, para dosen di seminari tinggi dan para pembimbing di biara serta umat sekalian yang telah ikut berperan dalam mempersiapkan dan membentuk para diakon sehingga bisa dipersiapkan menjadi calon imam.

Dikatakan Uskup Edmund, pentabisan  16 diakon tersebut juga menunjukan bukti kasih Tuhan kepada manusia. Karena semua proses pembentukan dan pendidikan yang dijalani para diakon tersebut terjadi atas penyertaan dan anugerah Tuhan yang maha kuasa. Oleh karena itu, para diakon yang baru dithabiskan seharusnya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena dipilih untuk menjadi calon imam yang dipercaya untuk mewartakan sabda Tuhan diantara umat manusia.

Sementara Diakon Anton Kapitan, Pr dari Keuskupan Atambua sebagai perwakilan ke-16 diakon, dalam sambutannya mengatakan, menjadi diakon dan calon imam Katolik merupakan rahmat Tuhan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka yakin, menjadi diakon atau nantinya menjadi imam bukan terjadi karena kepintaran, karena dorongan orang tua, karena penilaian pimpinan biara ataupun uskup sekalipun, tetapi karena dipilih dan karena rahmat dari Tuhan sendiri.

Walaupun diakui, kata Frater Anton, bahwa dalam proses perjalanan hidup hingga dithabiskan menjadi diakon ataupun nantinya menjadi imam, mereka telah dibimbing, diterpa dan dididik oleh keluarga, lembaga pendidikan, biara, dosen dan lingkungan sekitar. Sehingga tentu mereka akan berusaha sebaik-baiknya untuk menjalani panggilan ini sehingga nantinya bisa menjadi imam atau pastor yang baik.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
105732 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas