Pemilihan Gubernur NTT

Dilimpahkan Ke Polisi Kasus yang Diduga Melibatkan Lusia Lebu Raya

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan segera melimpahkan berkas kasus

Dilimpahkan Ke Polisi Kasus yang Diduga Melibatkan Lusia Lebu Raya
POS KUPANG/GERARDUS MANYELA
Ny. Lusia Lebu Raya
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan segera melimpahkan berkas kasus dugaan politik uang yang menyeret nama Istri Gubernur NTT, Lusia Adinda Lebu Raya di Desa Tuhuhue, Kabupaten TTS.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT, Nelce RP Ringu mengatakan itu ketika ditemui Pos Kupang usai pembukaan kegiatan rapat evaluasi dan rekapitulasi hasil pengawasan pilgub putaran kedua di Hotel Pelangi Kupang, Jumat (31/5/2013) siang.

Dikatakannya, panwaskab telah menghimpun data dan keterangan serta barang bukti sehingga dinyatakan cukup untuk dilimpahkan ke kepolisian resort TTS untuk pendalaman kasus itu. "Hari ini (kemarin,red)  TTS limpahkan ke polisi. Panwas hanya siapkan data dan bukti awal. Yang mendalami apakah dugaan ini benar atau tidak itu wewenangnya kepolisian," jelas Nelce.

Sebelumnya diberitakan, Lusia Adinda Lebu Raya, istri dari Calon Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu raya,  terancam di pidana terkait kasus dugaan money politik  (politik uang) yang dilakukannya di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa, 21 Mei 2013 yang ditemukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) TTS.

"Ada dua pelanggaran dalam pemilu yakni administasi dan pidana. Kalau money politik masuk kategori pidana," kata Ketua Bawaslu NTT, Nelce Ringu, saat memantau di TPS 03, Oepura, Kamis (23/5/2013).

Lusia Adinda Lebu Raya diduga membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Kabupaten TTS menjelang pelaksanaan pemilu kepala daerah (Pemilukada) NTT putaran kedua. Panwaslu TTS, menurut Nelce Ringu, masih mengumpulkan bukti terkait dugaan money politik itu, seperti mengambil keterangan para saksi penerima uang, hasil foto dan rekaman video. "Sudah 11 saksi yang diperiksa terkait dengan kasus ini," katanya.

Dia mengatakan, saksi mengaku melihat dan menerima uang yang dibagikan kepada masyarakat di desa tersebut. Dana yang diberikan juga sangat bervariasi, antara Rp 100-200 ribu. Bukti awal yang sudah disita Panwaslu yakni uang, foto dan video saat pembagian uang.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help