PosKupang/

Pemilihan Gubernur NTT

Ini Berbagai Pelanggaran Pilkada Gubernur NTT Putaran Dua

Kuasa hukum Paket Esthon-Paul, Ali Antonius membeberkan berbagai dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkda Gubernur NTT

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kuasa hukum Paket Esthon-Paul, Ali Antonius membeberkan  berbagai dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkda Gubernur NTT putaran dua pada jumpa pers, Minggu (26/5/2013) malam.

Menurut Ali, pihaknya telah mendapat informasi dan data terkait dugaan kecurangan yang terjadi di beberapa daerah. Di Sumba Barat Daya, ada oknum yang tertangkap tangan melakukan pencoblosan lebih dari 10 kali.

Modusnya, surat suara diambil dari kotak suara lalu dicoblos oleh KPPS kemudian dimasukkan kembali. Dugaan lainnya di Kabupaten Lembata, ada tawaran Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lembata kepada Ketua DPC Gerindra Lembata untuk menggelembungkan suara sebanyak 10 ribu kepada Paket Frenly.

Selanjutnya di Insana, Kabupaten TTU, pihak PPK Insana meminta Ketua PAC Gerindra Insana agar format C1 KWK dikumpulkan kembali sebelum pleno di tingkat PPK. Lalu di TTS juga terjadi dugaan politik uang oleh istri calon gubernur, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya dan beberapa dugaan lain di Polen, TTS.

"Ada fakta di kabupaten yang dimenangkan Frenly, tingkat partisipasi pemilihnya sangat tinggi melebihi partisipasi pemilih putaran pertama, sedangkan di kabupaten Esthon-Paul menang, tingkat partisipasi pemilihnya justru jauh lebih rendah dari putaran pertama. Kami duga ada upaya sistematis, padahal, umumnya di putaran kedua tingkat partisipasi pemilih cenderung menurun," kata Ali.

Ali meminta kepada masyarakat siapapun yang mengetahui atau memiliki data tentang dugaan pelanggaran atau kecurangan terkait pilgub agar melaporkan ke posko atau Gerindra Center. Ali mengatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas dugaan pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan paket lain.

Selanjutnya diberi kesempatan kepada para tokoh untuk berbicara antara lain, Anton Haba, Prof. Alo Liliweri, Ruben Funay dan Umbu Samapaty.

Para tokoh ini umumnya mengatakan agar dugaan kecurangan dan pelanggaran harus diproses hingga tuntas agar menjadi pembelajaran ke depan. (gem/roy)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help