• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Pos Kupang

Suami ke TPS Istri Bunuh Diri Minum Racun Serangga

Minggu, 26 Mei 2013 00:07 WITA
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY
-- Yolenta Wea (45), warga Dusun Natalea, Desa Raja, Kabupaten Nagekeo, nekat mengakhiri hidupnya saat sang suami, Vitalis Napa, ke TPS memberi suaranya untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT, Kamis (23/5/2013) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak  racun serangga Baycarb yang sering digunakan untuk membasmi belalang. Yolenta meninggal di Kelurahan Rega dalam perjalanan menuju Puskesmas Boawae.

Menurut sang suami, saat dirinya pulang dari TPS pintu rumah dalam keadaan terbuka dan ia melihat korban sedang menenggak cairan pembasmi serangga dengan posisi tertidur di tanah.

Ketika melihat istrinya tersebut terbaring di tanah, Vitalis kemudian mendekati tubuh sang istri. Korban, menurut Vitalis, sempat melemparinya dengan botol bekas cairan pembasmi serangga tersebut.

"Saya kaget lihat istri saya tertidur di tanah dan anak kami yang baru lima bulan dia kasih tidur di atas balai-balai. Saya lihat mulutnya berbusa dan sebelumnya dia lempar saya dengan botol obat yang dia minum," kata Vitalis.

Saat ditemui di rumah duka, Kamis siang, Vitalis mengungkapkan, ketika mengetahui istrinya meminum obat serangga dirinya berteriak minta tolong sehingga tetangga dan warga sekitar datang dan sempat memberikan pertolongan dengan meminumkan air kelapa muda, susu dan minyak kelapa. Namun korban tetap tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke Puskesmas Boawae. Namun dalam perjalanan korban menghembuskan napas terakhir.

Vitalis mengatakan, korban selama ini tidak mempunyai masalah dengannya. Karena itu, ia mengaku bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba bunuh diri dengan cara minum obat serangga. Apalagi mereka memiliki anak yang masih kecil berusia lima bulan.

Pada kesempatan yang sama, adik kandung almarhumah, Beatrix Vesa, dan anak kedua almarhumah, Berto Tage, di tempat yang sama mengatakan, almarhumah memang sering mengidap penyakit gangguan jiwa terutama ketika ada keluarga yang meninggal dunia yang diawali dengan sakit kepala.

Berto juga mengungkapkan, ayah dan ibunya tidak pernah bertengkar karena ayahnya mengetahui penyakit ibunya ketika terlalu dikasari penyakit ibunya akan kambuh. Polisi masih menyelidiki penyebab korban bunuh diri.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
105102 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas