PosKupang/

Nah Lho, Guru SD di Maumere Kirim TKI Ilegal

aktor mafia pemgiriman TKW legal, Leonardus Levi, guru salah satu SD di Kecamatan Mego, Sikka, ditangkap Polisi.

POS-KUPANG.COM, MAUMERE, PK -- Jaringan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke Malaysia melalui Pelabuhan Lorens Say Maumere berhasil diungkap aparat Polres Sikka, Selasa (14/5/2013) malam.

Hal ini ditandai ditangkapnya aktor mafia pemgiriman TKW legal,  Leonardus Levi, guru salah satu SD di Kecamatan Mego yang tinggal di Kelurahan Madawat.

Levi bekerja sangat rapi. Ia merekrut TKW dari desa-desa di wilayah Kabupaten Sikka kemudian dititip pada sopir truk kontainer ekspedisi jalan darat (Janda) yang membawa muatan ke Surabaya. Seolah-olah mereka sebagai awak dari truk tersebut.

Pengiriman TKW ilegal ini sudah berlangsung setahun dan dalam kurun waktu itu, Lwvi sudah mengirim puluhan TKW ke Malaysia melalui Surabaya lalu ke Pulau Batam. Di Pulau Batam ada orang yang mengurus para TKW itu masuk secara ilegal ke Malaysia.

Pada malam naas saat ditangkap, Levi akan mengirim dua TKW masing-masing Lusia Kea, warga Desa Done, Kecamatan Magepanda; dan Nitania Sisilia Mbeo, warga Desa Liakutu, KecamatanMego ke Surabaya tujuan Malaysia mengunakan Kapal Dharma Kencana yang merapat di Pelabuhan Maumere, Selasa (14/5/2013) malam.

Leonardus Levi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka,  kepada wartawan di Mapolres Sikka, Rabu (15/5/2013) siang, menjelaskan, pengiriman TKW ke Malaysia melalui Surabaya lalu ke Batam sudah berlangsung tiga bulan dan sudah ada puluhan orang yang dikirim.

"Saya bantu orang kirim ke Malaysia. Ada yang rekrut lalu saya tampung di rumah saya di Madawat. Kalau kapal ada, saya kirim. Di Surabaya ada istri saya yang urus kirim ke Pulau Batam. Di Batam ada yang urus kirim ke Malaysia," tutur Levi.

Levi mengatakan, sekali mengirim TKW ke Surabaya, ia mendapat Rp 1 juta/orang. Uang itu dibagikan kepada perekrut dan untuk kebutuhan lain guna pengiriman TKW.

"Saya guru SD di Mego. Saya memang sudah kerja begini dengan istri saya. Dia tunggu di Surabaya lalu ada yang urus kirim lagi ke Batam. Semua jalan tanpa dokumen," ujar Levi.

Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, S.Ik, kepada Pos Kupang, menegaskan, pelaku akan ditahan dan siapa yang terlibat akan diproses. "Kasusnya kami akan tangani dan kami akan usut sampai tuntas," kata Budi, di Mapolres Sikka, Rabu (15/5/2013) siang.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help