Selasa, 9 Juni 2026

Astaga! Guru SMP Ini Pergi Pancing Tapi Pulang Jadi Mayat

Petrus Oktavianus N Balu (40), guru SMP Negeri Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, ditemukan tewas tenggelam

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

POS KUPANG.COM, WAIBAKUL -- Petrus Oktavianus N Balu (40), guru SMP Negeri Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, ditemukan tewas tenggelam di Pantai Konda Maloba, Desa Konda Maloba, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (11/5/2013), sekitar pukul 11.30 Wita.

Warga Golu Sappi, Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, itu diduga tewas terhempas gelombang besar saat hendak menyeberang pulang Sabtu (11/5/2013), sekitar pukul 04.00 Wita pagi.

Petrus bersama dua rekannya, Agustinus Ngongo Malo, warga Desa Weerame, Kecamatan Wewewa Tengah dan Agustaf Dapawole, warga Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menggunakan sebuah mobil lengkap peralatan pancing bertolak dari Golu Sappi, Jumat (10/5/2013) siang.    

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di lokasi kejadian, Sabtu (11/5/2013),  menyebutkan, korban bersama kedua rekannya tiba di Pantai Konda Maloba sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka  menggunakan mobil lengkap dengan peralatan pancing.


Selanjutnya  Petrus bersama kedua rekannya mencari lokasi yang pas untuk mancing, tepatnya di atas sebuah batu karang dengan medan tempuh yang sangat sulit. Hal mana kalau air laut naik,   medan itu tidak bisa dilewati. Jaraknya sekitar 15 meter sampai 20 meter dari bibir pantai.

Ketiganya mulai mancing seperti biasa. Pada Sabtu (11/5/2013), sekitar  pukul 04.00 Wita pagi, Petrus bersama dua rekannya berencana menyeberang pulang karena air laut mulai naik dengan hempasan gelombang cukup besar.

Informasi menyebutkan, Agustinus Ngongo Malo yang adalah Kepala SDN Mata Weekaroro, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, orang pertama yang menyeberang dan lolos dari ganasnya gelombang.  Petrus Oktavianus N Balu, orang kedua yang melompat menuju pantai. Diduga Petrus terpeleset dan terhempas gelombang besar sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Selengkapnya Baca Pos Kupang, Senin 13 Mei 2013

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved