Jumat, 28 November 2014
Pos Kupang

757 Bacaleg Belum Penuhi Syarat

Minggu, 5 Mei 2013 22:58 WITA

757 Bacaleg Belum Penuhi Syarat
POS KUPANG/EDY BAU
Para calon anggota DPD RI dan penghubungnya serius menyimak penyampaian dari Komisioner KPU NTT terkait proses verifikasi berkas pencalonan di Aula Kantor KPU NTT, Jumat (3/5/2013).
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Tidak satupun bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD NTT berjumlah 757 orang belum penuhi syarat pencalonan pada saat mendaftar.

Menurut Juru Bicara KPU NTT, Djidon de Haan, kekurangan syarat dimaksud akan dilengkapi pada masa perbaikan tanggal 9- 22 Mei 2013. Dijelaskannya, dari 46 calon anggota DPD, semuanya belum ada yang memenuhi syarat pencalonan, begitupun untuk bacaleg DPRD NTT.

"Ada dua aspek yang dilakukan dalam proses verifikasi berkas bacaleg DPRD adalah persyaratan pencalonan dan persyaratan calon. Untuk persyaratan pencalonan yang berkasnya ditandatangani pimpinan parpol, kesalahan yang ditemukan lebih pada tidak konsistensinya penulisan nama pimpinan partai," katanya.

Tentang adanya bacaleg yang didaftar lebih dari satu partai, Djidon mengatakan belum ada temuan. Namun apabila ditemukan, yang bersangkutan langsung dicoret dari daftar caleg. Hal itu menunjukkan ketidaksiapan partai dalam menyusun dan mendaftarkan bacaleg ke KPU.

Terkait bacaleg yang pindah partai, Djidon mengatakan, syarat penting lainnya yang harus dipenuhi adalah mengisi formulir BB-5 yang berisikan surat keterangan pindah partai yang ditandatangani pimpinan partai lama. Sedangkan bagi mereka yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD, harus ada surat dari pimpinan dewan yang menerangkan yang bersangkutan sudah diproses Pergantian Antar Waktu (PAW). Atau surat keterangan dari Sekretaris Dewan (Sekwan) yang menerangkan bahwa proses PAW untuk anggota dewan yang bersangkutan sedang diproses.

"Batas akhir penyerahan formulir BB-5 ini sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT) pada 9 Agustus 2013," katanya.

Sebelumnya, kepada Pos Kupang, Djidon mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi, KPU NTT menemukan beberapa kesalahan umum termasuk adanya bacaleg yang tidak mengetahui daerah pemilihannya (dapilnya). Bahkan ada bacaleg yang tidak mengetahui berapa nomornya.

Dikatakannya, dari hasil verifikasi, ditemukan beberapa kesalahan dan kekurangan yang paling umum terjadi, antara lain, pertama, soal pengesahan ijazah, pengesahan ijazah sesuai ketentuan yang berlaku dan keputusan Mendikbud harusnya itu dilakukan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan tapi yang terjadi, ada yang disahkan oleh dinas. Kedua, masalah surat keterangan kesehatan. Yang diminta oleh KPU adalah surat keterangan tentang sehat jasmani, sehat rohani dan bebas narkoba tetapi yang ada hanya  surat keterangan bahwa yang bersangkutan sehat untuk calon DPD/DPRD.

"Yang ketiga, pengisian formulir, ada yang salah dan tidak tulis dapil berapa, ada yang kosong, ada yang tidak tahu nomor urut berapa dari dapil berapa, coret yang tidak perlu juga tidak dilakukan, itukan kesalahan fatal," jelas Djidon.

Dia menambahkan, ada temuan lainnya seperti kekurangan syarat-syarat lain, misalnya surat penguduran diri belum ada.  "Kita minta dua, yang dimasukkan satu. Itu yang nanti akan direkomendasikan. Ada juga yang salah tulis nama tidak sesuai dokumen lain, ada juga yang salah tulis umur. Nama pimpinan partai tidak sesuai SK. Dan, kesalahan-kesalahan lainnya," bebernya.

Setelah melakukan finalisasi dan rekomendasi, demikian Djidon, KPU NTT akan melanjutkan dengan menyerahkan berkas kepada calon DPD dan partai politik untuk memperbaiki berkas sesuai rekomendasi KPU. Sedangkan untuk calon legislatif dari parpol, lanjut Djidon, baru akan diserahkan pada tanggal 7 dan 8 Mei. Untuk selanjutnya parpol melakukan perbaikan dari tanggal 9-22 Mei 2013.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas