Bibiana Angin, 10 Tahun Pacaran
SETIAP kita mempunyai pilihan dalam hidup. Memegang teguh apa yang kita cintai.
Kesetiaan memampukan kita untuk mempertahankan hubungan. Dan, kualitas cinta menguatkan orang untuk setia pada pilihan hidup. Cinta dan kesetiaan itu pulalah yang membuat Bibiana Barek Angin, akrab disapa Ana, tetap bertahan dengan pilihan hidupnya, Sebas Ola.
Job Opening Accounting Officer pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lewoleba ini sungguh memegang prinsip, "Setia pada pilihan hidup".
Bayangkan, selama sepuluh tahun hingga saat ini, Anna masih bertahan pacaran dengan pilihan hatinya, Sebas Ola. Kekasihnya tinggal di Jakarta dan dia tinggal di Lewoleba.
Gadis asli Adonara, Flores Timur, ini tercatat dalam sejarah pembukaan BRI Cabang Lewoleba, Lembata. Dia terbilang satu dari empat karyawan perintis Kantor Cabang Pembantu BRI Lewoleba tahun 2005 lalu.
"Tahun 2005 kami datang ke Lewoleba. Kami tiga orang, termasuk saya. Yang paling kami kenang, tantangan awal ketika mencari nasabah BRI untuk di Lembata," kata Ana di ruang kerjanya belum lama ini.
Ana mengungkapkan, berkat bantuan Pemerintah Daerah Lembata yang membuka kehadiran BRI, sekaligus bersedia menanamkan modalnya di BRI sehingga BRI Cabang Pembantu Lewoleba berkembang sampai saat ini. "Kami dulu mulai dari nol di sini," tuturnya.
Lulusan STIEM Bongaya, Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2001 ini, sejak 2011 lalu menjabat Job Opening Accoung Officer. Hari-harinya melayani nasabah bagian kredit.
"Selama saya mengurus kredit, PNS yang kredit uang itu cukup tinggi. Tetapi paling banyak untuk kebutuhan konsumtif, sekali pakai. Untuk bisnis masih sangat kurang," ungkap pemilik lesung pipi ini.
Ana orangnya ramah, suka senyum dan mudah diajak bicara. Dia mempunya visi besar tentang kehidupan berkeluarga. Dia juga mempunyai kecintaan besar pada pekerjaan yang digelutinya saat ini. Bekerja di BRI, menurutnya, sangat menyenangkan.
"Kerja di BRI itu sangat menyenangkan. Di samping gaji mencukupi, kerja di BRI juga punya banyak teman. Pokoknya cukup menyenangkan," ujarnya.
Jika Anda memilih antara keluarga dan pekerjaan, mana yang Anda pilih?
"Tentu saja saya tidak mengorbankan keluarga demi pekerjaan. Jika pekerjaan harus dikorbankan demi keluarga, saya berani mengambil keputusan itu. Keluarga bagiku segalanya," tutur Ana santai.
"Saya sudah pacaran sepuluh tahun. Akan menikah, tetapi masih satu dua urusan yang harus diberesin," tambahnya lagi.
Apakah akan mengikuti kekasihnya di Jakarta? Ana mengatakan, masih mencintai pekerjaan di BRI. "BRI sangat menyenangkan. Pacarku juga aman-aman saja. Saya tidak khawatir dia tinggal jauh. Apapun omongan orang tentangnya, saya lebih tahu dia," tuturnya mengagumi calon pendamping hidupnya kelak.