PosKupang/

Pilgub NTT

Buktikan Esthon Alihkan 1.222 Suara

Paket Esthon-Paul dan paket Frenly membuat kesimpulan yang sama yakni menolak semua dalil yang diajukan paket Tunas.

POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi NTT, paket Esthon-Paul dan paket Frenly membuat kesimpulan yang sama yakni menolak semua dalil yang diajukan paket Tunas. 

KPU, Frenly dan Esthon-Paul meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan paket Tunas (Ibrahim Agustinus Medah-Emanuel Melkiades Laka Lena). Salah satu dalil yang tak dapat dibuktikan paket Tunas adalah paket Esthon-Paul mengalihkan sebanyak 1.222 suara.

"Itu tidak benar, tidak terbukti dan tidak mampu dibuktikan oleh pemohon (Tunas)," ujar Ali Antonius, kuasa hukum Esthon-Paul.

Anggota KPU Propinsi NTT, Gasim M Noor kepada Pos Kupang, Selasa (23/4/2013) mengatakan, kesimpulan tiga pihak ini telah dimasukan kepada MK untuk dibahas dan diputuskan dalam sidang selanjutnya. 

Gasim menyatakan, KPU membantah semua tuduhan pemohon  (paket Tunas--Cagub/Cawagub NTT, Ibrahim Agustinus Medah- Emanuel Melkiades Laka Lena).

Pertama,   KPU NTT mengalihkan  perolehan suara paket Tunas sebanyak 1.222 kepada suara paket Esthon-Paul dengan modus menghapus angka-angka perolehan suara paket Tunas dan paket Esthon-Paul kemudian menggantinya dengan angka-angka baru.

Kedua, menggelembungkan suara sah dengan alasan jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang menggunakan hak pilih dengan pemilih dari tempat pemungutan suara (TPS) lebih kecil dengan jumlah suara sah dan suara tidak sah. Padahal, mestinya harus sama.

Ketiga, mengurangkan suara sah dengan alasan jumlah pemilih dalam DPT  yang menggunakan hak pilih dan pemilih dari TPS lain lebih besar dari jumlah suara sah dan tidak sah. Padahal, seharusnya sama.

Keempat, di beberapa TPS di Kabupaten Timor Tengah Sekatan (TTS) dan Sumba Barat Daya (SBD), KPPS mencoblos surat suara  sisa setelah semua pemilih menggunakan hak pilih.

Kelima, kecurangan karena ada beberapa TPS di TTS dan SBD partisipasi pemilih yang tidak ikut mencoblos. Keenam, pendobelan nama dalam DPT di 10 TPS di SBD.

"Terhadap tuduhan tersebut, KPU NTT membantah semuanya dengan menunjukan 138 bukti yang menjelaskan bahwa tuduuhan-tuduhan tersebut tidak benar sama sekali," tegas Gasim.

Ia menjelaskan, hari ini, Selasa (23/4/2013) tidak ada sidang,  hanya memasukkan Kesimpulan dari pihak pemohon (paket Tunas), termohon (KPU NTT), dan pihak terkait paket Esthon-Paul dan paket Frenly.

"Sidang berikutnya pembacaan keputusan yang waktunya belum ditentukan," kata Gasim.

Kuasa hukum pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub) NTT, Esthon Foenay-Paul Edmundus Talo (paket Esthon-Paul), Ali Antonius, yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, pertama, dalil pemohon tentang paket Esthon-Paul mengalihkan sebanyak 1.222 suara, itu tidak benar, tidak terbukti dan tidak mampu dibuktikan oleh pemohon.

Kedua, dalil pemohon bahwa KPU NTT menggelembungkan suara, itu paket Esthon-Paul mengatakan Tunas tidak mampu  membuktikan. Ketiga, dalil tentang pengurangan suara dan penghilangan suara tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Keempat, dalil tentang ada kertas suara sisa yang dicoblos oleh KPU, juga tidak bisa dibuktikan kebenarannya. "Atas dasar fakta itu, maka dapat disimpulkan, pemohon tidak mampu membuktikan kebenaran dari dalil-dalil permohonannya. Oleh karena itu, kami  meminta MK agar tuntutan dari pemohon ditolak seluruhnya," tandas Anton.
                        

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help