Selasa, 1 September 2015

Wamendiknas: Kurikulum 2013 Tidak Berlaku Massal

Selasa, 23 April 2013 22:22

Wamendiknas: Kurikulum 2013 Tidak Berlaku Massal
Antara
Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan.

Demikian penjelasan Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S, kepada Pos Kupang di Kefamenanu ketika memantau ujian nasional (UN) SMP, Senin (22/4/2013).

Di Kefamenanu, Wamen Kasim yang didampingi Ketua Panitia UN Propinsi NTT, Prof. Dr. Frans Umbu Datta, M.App. M. Sc; Kadis PPO NTT, Klemens Meba;  Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt; Kadis PPO TTU, Drs. Vinsensius Saba, memantau UN di SMP Katolik Aurora.

Wamen Kasim menjelaskan, pelaksanaan Kurikulum 2013 memberi ruang belajar yang lebih terbuka kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) untuk tidak terus dipaksa belajar dalam ruangan yang kaku, dengan jumlah mata pelajaran yang menuntut peserta didik harus menghafal serta menguasainya. Menurutnya, ada sejumlah mata pelajaran seharusnya belum bisa diajarkan di tingkat SD karena masih terlalu berat.

"Kalau saudara masih punya anak kecil sekolah di SD, saudara harus berbahagia menanti diberlakukannya Kurikulum 2013 ini. Karena anak Anda akan belajar dengan bahagia, tidak lagi seperti yang saat ini," jelas Kasim.

Mengenai penambahan jam pelajaran untuk pendidikan agama,  Kasim menyebut alasannya karena selama ini pelajaran agama dianggap tidak berhubungan dengan budi pekerti. "Kenyataannya berhubungan sehingga mata pelajaran agama diganti menjadi mata pelajaran agama dan budi pekerti," tegasnya.

Ihwal  pengurangan jam pelajaran bahasa Inggris, Kasim menegaskan, itu hanya terjadi pada tingkat SD. Mata pelajaran bahasa Inggris dikategorikan dalam kelompok mata pelajaran muatan lokal sehingga tidak dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum.

"Kalau dimasukkan dalam kurikulum berarti wajib untuk diajarkan. Kalau semua wajib, di kampung saya saja, saya yakin tidak semua SD memiliki guru bahasa Inggris. Jadi, kita tidak wajibkan untuk SD. Baru wajib pada saat masuk SMP, karena bahasa Inggris sudah masuk sebagai mata pelajaran kurikulum di tingkat SMP dan SMA. Bagi SD-SD yang memiliki kemampuan dengan tersedianya guru bahasa Inggri, dan fasilitasnya mendukung, silakan diajarkan," jelas Kasim.

Halaman12
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas