• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Pos Kupang

Ketua Golkar dan Istri Gubernur NTT Daftar DPD

Selasa, 23 April 2013 22:50 WITA
Ketua Golkar dan Istri Gubernur NTT Daftar DPD
POS KUPANG/EDY BAU
Ibrahim Agustinus Medah (tunduk, menulis) saat mengisi buku register untuk mendaftar sebagai calon anggota DPD RI, Senin (22/4/2013).
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di KPU Propinsi NTT, Senin (22/4/2013).

Istri dari Gubernur NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya juga mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI, namun Lusia tidak datang ke KPU NTT. Ada dua penghubungnya yang mendaftarkan Lusia.

Medah datang ke KPU NTT sekitar pukul 14.30 Wita, didampingi sejumlah pengurus DPD I Partai Golkar NTT. Kedatangan Medah bersamaan dengan waktu pandaftaran caleg dari Partai Golkar.  

Pendaftaran Medah berbeda dengan calon anggota DPD lainnya karena Medah tidak menyertakan syarat dukungan masyarakat berupa fotocopi kartu tanda penduduk (KTP) minimal 3.000 KTP dan tersebar di 11 kabupaten/kota di NTT.

Ketua DPRD NTT ini mengatakan, dukungan itu sudah ada dan akan dimasukkan pada masa perbaikan berkas nanti.  Ditanya jumlah dukungan, Medah enggan merincinya. Menurutnya, dukungan yang sudah ada mencapai belasan ribu dukungan.  "Dukungan sudah ada dari mana-mana. Tadi kita format F, F1 dan F2, F3 sampai F12, sedangkan lampiran F1 berupa fotocopi KTP belum dimasukkan," ujarnya.

Kepada wartawan, Medah mengatakan, keputusannya mendaftar calon anggota  DPD sebagai alternatif jika keputusan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menyertakannya dalam Pilgub NTT putaran kedua pada Mei 2103.

Dikatakannya, gugatan paket Tunas di MK sedang berjalan dan belum ada hasil akhir dari Pilgub NTT. "Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa kita belum mengetahui hasil gugatan di MK dan hasil pemilu kada. Karena belum tahun  hasil akhir dari pemilu kada ini maka kita siap-siap saja,  kalau-kalau kita gagal dalam pemilu kada. Kalau nanti pemilu kada ini saya berhasil dalam arti lolos dari proses di MK lalu dalam pemilihan putaran kedua
menang, maka saya tarik diri," kata Medah.

Menurutnya, mendaftar sebagai DPD sebagai alternatif yang dipilihnya untuk tetap mengabdikan diri kepada masyarakat dan daerah NTT.  

"Ini hanya alternatif saja karena saya tidak masuk lagi ke caleg DPR dan DPRD. Karena itu, saya menyiapkan jalan alternatif ke DPD. Sebab, kalau saya tidak menyiapkan jalan alternatif, maka lima tahun ke depan saya tidak berperan lagi bagi masyarakat dan daerah ini. Kalau masyarakat masih membutuhkan saya, maka saya mengabdi lewat DPD," ujarnya.

Ditanya apakah keputusannya maju ke DPD bisa saja dijadikan alasan DPP untuk melengserkannya dari kursi ketua Partai Golkar NTT, Medah mengatakan, tidak ada aturan yang melarang ketua partai menjadi anggota DPD.  

"Tidak ada aturan yang melarang anggota DPD untuk menjadi ketua partai. Dan, jika terpilih saya tetap pegang partai sampai masa jabatan selesai," katanya.(roy)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
102082 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas